Suara.com - Pemain berbakat Timnas U-17 Palestina, Fadi Hamdallah al-Nassan, mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu setelah berjuang melawan luka tembak.
Remaja berusia 17 tahun ini menjadi korban kebrutalan kelompok pemukim Israel yang menyerbu desa tempat tinggalnya di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Kematian tragis atlet muda ini memicu sorotan global yang lebih tajam terhadap eskalasi kekerasan sistematis oleh pemukim dan militer Israel.
Langkah agresif Israel di area yang mereka duduki sejak 1967 tersebut terus meluas secara masif, meskipun dinyatakan ilegal oleh hukum internasional.
Bahkan, berbagai lembaga hak asasi manusia serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara tegas mengategorikan tindakan penindasan Israel di Tepi Barat sebagai sistem apartheid.
Prosesi pemakaman al-Nassan diwarnai duka mendalam saat puluhan pelayat berpakaian hitam mengiringi jenazahnya dari Rumah Sakit di Ramallah menuju al-Mughayyir.
Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) memaparkan bahwa al-Nassan tertembak di bagian paha oleh pasukan Israel saat pemukim menyerang desa tersebut.
Akibat kerusakan jaringan yang parah, tim medis terpaksa mengamputasi kaki sang pesepak bola sebelum akhirnya ia dinyatakan meninggal dunia.
“Dengan kepergian Fadi, jumlah martir dari gerakan olahraga Palestina sejak 7 Oktober 2023 meningkat menjadi 1.013 martir, termasuk 568 martir dari keluarga sepak bola Palestina,” kata asosiasi tersebut dalam sebuah pernyataan di X.
Baca Juga: Orang Dekat Donald Trump Bongkar Kelicikan Israel di Balik Perang AS - Iran
Sebelum insiden berdarah itu terjadi, al-Nassan diketahui sedang berada di rumah dan merespons situasi darurat di sekitarnya.
Sang ayah, Hamdallah al-Nassan, mengisahkan bahwa putranya langsung berlari keluar setelah mendengar jeritan histeris dari para wanita dan anak perempuan.
“Dia pergi ke tempat kejadian serangan dan terbunuh,” katanya.
Kehilangan ini meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi sang ibu, Hanan al-Nassan, yang mengenang dedikasi putranya semasa hidup.
“Dia adalah siswa yang baik, bagus dalam olahraga, dan suka bermain sepak bola. Semua orang mencintainya,” kata Hanan al-Nassan.
Pada hari yang sama, gelombang teror pemukim dan tentara Israel juga menghanguskan berbagai aset warga sipil Palestina di titik lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Banjir Terjang Tapanuli Tengah Usai Tanggul Jebol, 145 Warga Mengungsi
-
Pemain Timnas U-17 Palestina Fadi al-Nassan Tewas dalam Penembakan Brutal Pemukim Israel
-
Angkot Biru Favoritku
-
Siapa Top Skor Piala Dunia 2026? Perburuan Sepatu Emas Penuh Drama
-
Ekonomi RI Baik-baik Saja, Buktinya Aktivitas Bisnis di Dalam Negeri Meningkat
-
Toko Emas di Aceh Selatan Dirampok Pria Bersenjata
-
Biang Kerok Sinyal Lumpuh! Maling BTS Bikin Operator Rugi Rp60 M, Barang Dikirim ke Thailand
-
Meski Gencar Salurkan Kredit Rp418 Triliun, NPL BTN Justru Menyusut di Semester I-2026
-
4 Calon Emiten Baru Antre IPO Saham, Ada yang Punya Aset Jumbo Rp250 Miliar
-
Kemajuan yang Tidak Selalu Merata: Teknologi dan Wajah Baru Kemiskinan