Suara.com - Megabintang anyar Juventus, Cristiano Ronaldo, mengutarakan ambisinya di musim 2018/2019 bersama klub barunya. Tak tanggung-tanggung penyerang berusia 33 tahun itu membawa Juventus juara Liga Champions, gelar prestisius yang terakhir kali dimenangi klub raksasa Italia itu pada 1996 silam!
Seperti diketahui, Ronaldo baru-baru ini diakuisisi Juventus dari Real Madrid dengan biaya transfer mencapai 100 juta euro, nilai yang cukup sensasional mengingat usia kapten Timnas Portugal itu sudah tak muda lagi.
Namun, Ronaldo rupanya sama sekali tak ambil pusing soal umur. Eks bintang Manchester United itu masih optimis bisa terus bersaing di level tertinggi. Bahkan ia bertekad membawa Juventus menggondol trofi "Si Kuping Besar" Liga Champions.
Juventus sendiri sejatinya dalam empat musim terakhir berhasil menembus babak final Liga Champions sebanyak dua kali. Sayang, mereka gagal sukses karena tak mampu melewati hadangan duo raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid.
Adapun Ronaldo sudah lima kali merasakan manisnya gelar Liga Champions. "Saya tahu bahwa Liga Champions adalah trofi yang ingin dimiliki setiap klub, ini adalah tujuan," buka Ronaldo kepada beIN Sports.
"Di musim depan, tentu kami akan berjuang untuk meraih gelar juara di Liga Champions. Itu jadi target saya dan jadi target Juventus. Saya akan berusaha keras untuk membantu klub ini menjadi juara lagi di Eropa," sesumbarnya.
"Kami akan berjuang untuk itu dan untuk Scudetto, dan semua trofi lainnya. Saya tahu persaingan akan sulit, tetapi kami harus tenang dan fokus karena tidak mudah untuk memenangkan Liga Champions. Tentu saja, saya ingin membantu," papar Ronaldo.
"Juventus tinggal selangkah lagi dari itu dan tidak bisa menang. Bahkan jika Anda sampai ke final, tidak pasti Anda akan menang. Tapi, saya harap saya bisa menjadi jimat keberuntungan. Saya tidak di sini untuk liburan, saya ingin membuat sejarah dengan Juventus," tukas attacker jebolan akademi Sporting CP itu.
Baca Juga: Ronaldo Hengkang, Perez: Real Madrid Akan Aktif di Bursa Transfer
Berita Terkait
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Cetak 19 Gol, Lionel Messi Lewati Rekor Para Legenda di Piala Dunia
-
19 Gol Lionel Messi di Piala Dunia, La Pulga Tetap Sanjung Ronaldo
-
Skenario Ronaldo vs Messi di Piala Dunia 2026: Final atau Perebutan Juara 3
-
Tak Mampu Cetak Gol, Portugal Gagal Menang Cristiano Ronaldo Ucap Dua Kata
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil