Suara.com - Tak terasa Republik Indonesia tepat di hari ini Jumat (17/8/2018) telah memasuki usia 73 tahun. Kelahiran Indonesia tak bisa dilepaskan dari peran segenap rakyat Indonesia kala itu yang memiliki perasaan sama ingin terbebas dari belenggu penjajahan.
Hampir sebagian besar elemen rakyat kala itu turut andil dan ambil bagian masing-masing dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Salah satu di antara yang ikut berjuang adalah para pesepakbola tanah air.
Berikut para pesepakbola tanah air yang ikut berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
Bapak republik yang sempat terlupakan ini merupakan tokoh yang punya andil besar dalam kemerdekaan Indonesia. Buah pikirannya yang tertuang dalam karya-karya maestro seperti Madilog telah menginspirasi banyak kaum muda di masa perjuangan untuk bangkit dan melawan penjajahan.
Selain lewat buah pikiran, Tan yang dikenal sebagai petualang politik ini ternyata juga melakukan perjuangan merebut kemerdekaan lewat sepakbola.
Ya, Tan Malaka sejak kecil gemar bermain sepakbola. Ia pun pernah bergabung dengan klub profesional bernama Vlugheid Wint di Harleem, Belanda selama dua tahun (1914-1916).
Di klub Belanda itu, Tan memiliki posisi yang cukup prestisius. Ia didaulat sebagai penyerang. Kepiawaian Tan bermain sepakbola ternyata tak kalah dengan sepak terjangnya di panggung politik. Bahkan permainannya makin lihai jika tak mengenakan sepatu alias nyeker.
Kecintaanya terhadap sepak bola juga yang membuatnya jatuh sakit, ia terserang penyakit paru-paru karena tidak pernah mau bermain sepakbola dengan memakai jaket tebal saat musim dingin. Kebiasaan nyeker pun membuat kakinya sering didera cedera.
Saat kembali dari perantauannya di Belanda, sepakbola masih menjadi alat ia untuk berjuang. Pada saat menjadi pekerja dengan menjadi juru tulis romusha di Banten, tepatnya di daerah Bayah pada Juni 1943, ia menyamar dan dikenal luas dengan nama Ilyas Hussein.
Tag
Berita Terkait
-
Membaca Merdeka 100%: Gagasan Berani Tan Malaka tentang Kedaulatan Bangsa
-
Karya Hendri Teja: Membayangkan Gejolak Batin Tan Malaka Lewat Fiksi
-
Satu Tahun Danantara Indonesia: Perkuat Fondasi untuk Masa Depan Generasi Indonesia
-
Menemukan Kembali Arah Hidup di Novel Antara Berjuang dan Menyerah 2
-
Bank Emas Pegadaian Genap Berusia Satu Tahun, Bertekad Menata Masa Depan Investasi Emas Indonesia
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hasil Persija vs Persib di Babak I: Brace Adam Alis Bawa Maung Bandung Berbalik Unggul 2-1
-
Susunan Pemain Persija vs Persib: Adu Tajam Eksel Runtukahu dan Andrew Jung
-
Profil Timnas Mesir: Raja Afrika Berburu Pembuktian di Level Piala Dunia
-
Link Live Streaming Persija vs Persib: El Clasico Penentu Arah Juara Super League
-
Ambisius! Jonathan David Mau Geser Popularitas Hoki Es Kanada di Momentum Piala Dunia 2026
-
Kurniawan Dwi Yulianto Yakin Jepang Punya Celah, Timnas Indonesia U-17 Tak Mau Menyerah
-
Timnas Indonesia U-17 Terjepit di Grup B Piala Asia 2026, Ini Skenario Lolos ke Perempat Final
-
Bongkar Masterplan John Herdman untuk Piala Asia 2027: Padukan Bintang Lokal dan Diaspora Eropa!
-
Johan Manzambi Yakin Timnas Swiss Jadi Kuda Hitam Piala Dunia 2026, Meski Sama Sekali Tak Dijagokan
-
Nils Liedholm: Gelandang Elegan nan Garang, Pahlawan Swedia di Piala Dunia 1958