Suara.com - Gelandang andalan Timnas Indonesia U-23, Evan Dimas, merasa bersyukur timnya bisa lolos ke babak 16 besar cabor sepakbola Asian Games 2018 sebagai juara Grup A. Namun, pemain Selangor FA itu menegaskan, perjuangan Garuda Muda belumlah selesai.
Kepastian lolosnya Timnas Indonesia U-23 didapat usai tim asuhan Luis Milla mengalahkan Hong Kong U-23 pada partai pamungkas Grup A dengan skor 3-1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Senin (20/2/2018) malam. Pertandingan berjalan seru karena Indonesia tertinggal lebih dahulu 0-1 saat half-time.
"Kemenangan tentu bagus untuk kami. Tapi, jangan sombong dahulu karena perjalanan masih panjang. Kami harus tetap berusaha," tutur Evan.
Mantan pemain Bhayangkara FC itu menegaskan, lawan yang dihadapi Timnas Indonesia U-23 di fase perdelapanfinal nanti, yakni Uni Emirat Arab (UEA) U-23, akan jauh lebih berat. Evan sendiri pernah menjajal kekuatan UEA saat masih memperkuat Timnas Indonesia U-19.
Diketahui, Evan pernaha dua kali melawan UEA pada partai uji coba. Berikutnya, Timnas Indonesia U-19 era Evan Dimas kembali berjumpa di Piala Asia U-19 2014 di Myanmar.
"Waktu masih memperkuat Timnas U-19, saya ikut dua uji coba dan meraih kemenangan di kandang mereka. Tapi ketika turnamen resmi kami kalah 1-4. Yang jelas kami targetkan kemenangan di laga nanti," papar Evan.
Sebagaimana diketahui, Garuda Muda lolos ke babak 16 besar cabor sepakbola Asian Games 2018 sebagai juara Grup A, bersama dengan Palestina U-23 di posisi runner-up dan Hong Kong U-23 di posisi ketiga. Hong Kong U-23 sendiri lolos sebagai peringkat tiga terbaik lantaran poin yang diperoleh lebih bagus ketimbang tim dari grup lain.
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Dipastikan Absen di Asian Games 2026, Ini Jawaban Erick Thohir
-
Pernah Dihajar 1-4 Timnas Indonesia, 7 Pemain Yordania Ini Kini Tampil di Piala Dunia 2026
-
4 Pemain Australia yang Menang Lawan Turki Pernah Rasakan Kekalahan dari Timnas Indonesia U-23
-
Dony Tri Pamungkas Tak Takut Super League Musim Depan Tanpa Aturan Pemain U-23
-
Respons PSSI Usai AFC Kasih Sanksi Gara-gara Timnas Indonesia
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan