Suara.com - Sukses memetik tiga kemenangan di tiga pertandingan awal tampaknya tidak menjadi jaminan bagi Tottenham Hotspur untuk bisa bersaing di papan atas klasemen sementara Liga Inggris. Pasalnya, menghadapi Watford yang notabene bukan tim unggulan, tim asuhan Maurico Pochettino menelan kekalahan.
Dalam laga yang berlangsung di Vicarage Road, Minggu (2/9/2018), Spurs secara mengejutkan dikalahkan Watford 2-1. Spurs yang di atas kertas diunggulkan dan di pertandingan mampu mendominasi penguasaan bola hingga 65 persen, ternyata gagal mendulang poin.
Lewat set piece, tim tuan rumah dua kali menjebol gawang Spurs. Kenyataan yang membuat Pochettino harus berpikir ulang soal kekuatan bertahan timnya.
"Kami kemasukan dua gol lewat set piece. Jika ingin menjadi juara maka tidak bisa kami kemasukan gol dengan cara seperti ini," ujar Pochettino.
"Tentu saja, situasi seperti ini pasti terjadi di Liga Inggris, terhadap tim manapun. Maka pertahanan harus dievaluasi," sambungnya seperti dikutip Scoresway.
Gagal mendulang poin, Pochettino mengaku kecewa. Lini pertahanan menjadi lini yang paling disoroti manajer asal Argentina menyusul kekalahan tersebut.
"Tentu saja saya kecewa dengan hasil ini. Tapi faktanya jelas, kami kalah," tegasnya.
"Seperti yang saya katakan setelah pertandingan kontra Manchester United, saya tidak senang. Kami mencoba untuk mematahkan ancaman bola-bola panjang. Saya pikir analisanya jelas dan mudah dipahami."
Menelan kekalahan di pekan keempat, Spurs yang saat ini mengantongi sembilan poin dari empat pertandingan harus puas tertahan di posisi lima klasemen sementara Liga Inggris. Sementara Watford yang hingga kini belum terkalahkan, berada di posisi tiga klasemen sementara dengan koleksi 12 poin.
Baca Juga: Suara Hati Bek Tottenham Usai Dipecundangi Watford
Di laga berikutnya, Tottenham akan menjamu Liverpool pada 15 September 2018. Di hari yang sama, Watford akan menjamu Manchester United.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Pochettino Puas AS Kalahkan Australia, Sebut Timnya Dominan di Piala Dunia 2026
-
10 Pelatih Piala Dunia 2026 dengan Gaji Selangit: Ancelotti Termahal, Scaloni Tak Masuk
-
Sadio Mane Ungkap Pernah Sepakat Gabung Manchester United, Kini Buka Peluang Kembali ke Liga Inggris
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Kimmich Soroti Kesalahan Fatal Jerman usai Dikalahkan Ekuador di Piala Dunia 2026
-
Arema FC Pertahankan Adi Satryo dan Gianluca, Siapkan Empat Kiper untuk Super League 2026/2027
-
4 Fakta Menarik Ketangguhan Turki Menjegal Dominasi Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
-
Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi
-
Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain
-
Jepang Ukir Rekor Spesial di Piala Dunia 2026 Usai Lolos ke Babak 32 Besar
-
Klasemen Akhir Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Juara Grup, Pantai Gading Cetak Sejarah
-
Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela