- Mauricio Pochettino membawa Timnas Amerika Serikat meraih kemenangan impresif di Piala Dunia 2026 melalui inovasi teknologi.
- Pochettino menggunakan platform AI Sportian Performance untuk menganalisis data fisik serta taktik pemain secara real-time.
- Sistem tersebut menyederhanakan data kompleks agar tim pelatih mampu mengambil keputusan strategis dengan lebih cepat.
Suara.com - Performa impresif Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 tak lepas dari sentuhan inovasi pelatih Mauricio Pochettino.
Dua kemenangan beruntun atas Australia (2-0) dan Paraguay (4-1) mengangkat perhatian publik pada metode berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diterapkannya.
Pochettino mengandalkan platform Sportian Performance, teknologi yang dikembangkan oleh Globant.
Sistem ini menggabungkan video pertandingan, pelacakan pemain, serta data fisik secara real-time untuk membantu analisis taktik selama laga berlangsung.
Teknologi tersebut mampu memproses lebih dari 6.400 variabel dalam satu pertandingan.
Dengan bantuan AI, sistem akan mendeteksi momen krusial seperti penurunan intensitas, tanda kelelahan pemain, hingga perubahan pola permainan lawan.
Keunggulan utama platform ini terletak pada kemampuannya menyaring data.
Alih-alih membanjiri staf pelatih dengan statistik, sistem hanya memberikan peringatan ketika ada indikator penting yang melewati ambang batas tertentu.
Pendekatan ini memungkinkan tim pelatih mengambil keputusan lebih cepat dan akurat.
Baca Juga: Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
Dalam turnamen dengan tempo tinggi seperti Piala Dunia, efisiensi analisis menjadi faktor pembeda di lapangan.
Globant sendiri telah mengimplementasikan teknologi ini di lebih dari 50 kompetisi, termasuk liga di Spanyol dan Belgia.
Namun, penggunaan oleh tim nasional Amerika Serikat di Piala Dunia menjadi yang pertama, menandai era baru dalam strategi sepak bola modern.
Pochettino menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah menyederhanakan pengambilan keputusan.
“Kami ingin menambah alat yang membantu meningkatkan performa tanpa membuat segalanya menjadi lebih rumit,” ujarnya dinukil dari TycSport.
Dengan laga berikutnya menghadapi Turki, sorotan kini tertuju pada seberapa besar pengaruh kombinasi sepak bola dan AI ini.
Jika konsisten, pendekatan Pochettino berpotensi menjadi standar baru di level tertinggi sepak bola dunia.
Berita Terkait
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan
-
Piala Dunia 2026: Cetak Rekor, Erling Haaland Kian dekat Raih Gelar Topskor
-
Deretan Rekor Tercipta usai Meksiko Lolos 'Sempurna' ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
-
3 Fakta Menarik Jelang Jepang vs Swedia, Berebut Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Deretan Rekor Tercipta usai Meksiko Lolos 'Sempurna' ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan
-
3 Fakta Menarik Jelang Jepang vs Swedia, Berebut Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Timnas Iran Keluhkan Perlakuan Pejabat AS, Perjalanan Tim ke Seattle Sempat Tertunda
-
Piala Dunia 2026 Memanas: FIFA Tolak Keberatan Mesir dan Iran Terkait Atribut LGBT