Suara.com - Start sempurna alias rekor 100 persen kemenangan ditorehkan Watford di Liga Inggris 2018/2019 sejauh ini. Pelatih Watford, Javi Gracia, pun mulai berani sesumbar terkait kans timnya berjaya musim ini. Gracia bahkan berani mengklaim timnya adalah 'The New Leicester' alias Leicester baru.
Seperti diketahui, Leicester City pernah menyedot perhatian di Liga Inggris musim 2015/2016, di mana tim kuda hitam itu berhasi keluar sebagai juara.
Kejutan yang sama pun kini dibidik Watford setelah klub berjuluk The Hornets itu sukses menyapu bersih empat laga awal Liga Inggris 2018/2019 dengan kemenangan.
Sebagai informasi, Gracia pun baru-baru ini terpilih sebagai Manajer Terbaik Premier League untuk bulan Agustus 2018. Pelatih berpaspor Spanyol itu pun lantas mengaku tidak takut timnya dibandingkan dengan Leicester.
"Kami mengawali Liga Inggris (2018/2019) dengan begitu baik sehingga kami dianggap sebagai 'The New Leicester'. Bukan saya yang menciptakan sebutan itu, namun saya kira kami punya kualitas untuk dianggap seperti itu. Mungkin kami memang adalah 'The New Leicester'," sesumbar Gracia seperti dimuat The Sun.
"Saya tidak takut ketika Leicester tiga musim lalu dan Watford sekarang dibandingkan. Saya selalu hidup dengan cara yang sama, meski kami sukses memenangkan empat pertandingan beruntun atau kalah empat kali beruntun. Saya selalu menerapkan treatment yang terbaik, dengan cara saya sendiri, yang terbaik yang saya bisa," celotehnya.
"Soal kans juara, tak ada yang tak mungkin. Ini adalah mungkin untuk memimpin klasemen setelah empat laga, meski itu mungkin akan jauh berbeda setelah 25 laga berjalan," tutur Gracia.
"Watford adalah tim yang akhirnya mengamankan dan menyegel namanya di percaturan Liga Inggris. Sebelumnya klub ini selalu saja mengalami naik dan turun, tapi sekarang adalah waktunya untuk bertahan di Liga Inggris, dan menjadi klub yang disegani, dan mungkin bertahan di posisi atas klasemen," tandas juru taktik berusia 48 tahun itu.
Baca Juga: Watford Menggila, Javi Gracia Manajer Terbaik Agustus 2018
Berita Terkait
-
Daniel Levy Tak Pernah Bayangkan Tottenham Terjebak Zona Degradasi
-
Manchester United Disebut Berencana Permanenkan Michael Carrick
-
Super League Terapkan Skema Liga Inggris Soal Pembagian Pendapatan Dana Siaran Klub
-
Psywar Pep Guardiola, Manchester City Tunggu Arsenal Terpeleset
-
Manchester City Sikat Palace, Pep Guardiola Bawa Kabar Bahagia Jelang Final Piala FA
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
Drawing Piala Presiden 2026 Rampung: 64 Klub Liga 4 dari 38 Provinsi Siap Bertanding
-
Florentino Perez Buka Suara soal Rumor Erling Haaland ke Real Madrid
-
Al Hilal Siapkan Tawaran Fantastis untuk Robert Lewandowski
-
AS Roma Resmi Permanenkan Donyell Malen Setelah Lolos ke Liga Europa
-
Nasser Al-Khelaifi Bangga PSG Juara Liga Prancis, Kini Fokus ke Final Liga Champions
-
Kawinkan 2 Gelar Domestik di Musim Debut Bersama Inter Milan, Ini Respons Berkelas Cristian Chivu
-
Carlo Ancelotti Sebut Neymar Terus Membaik Jelang Pengumuman Skuad Piala Dunia 2026
-
Kabar Buruk! Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Terancam Absen di FIFA Matchday Juni
-
Warga AS Sambut Kedatangan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 dengan Tangan Terbuka
-
Daniel Levy Tak Pernah Bayangkan Tottenham Terjebak Zona Degradasi