Bola / Bola Dunia
Kamis, 14 Mei 2026 | 14:55 WIB
Presiden dan CEO PSG, Nasser Al-Khelaifi (X/FabrizioRomano)
Baca 10 detik
  • Paris Saint-Germain resmi meraih gelar juara Liga Prancis musim 2025/2026 yang merupakan trofi liga ke-14 sepanjang sejarah klub.
  • Presiden Nasser Al-Khelaifi menyatakan bahwa pencapaian dominan ini diraih berkat kerja kolektif seluruh staf, pemain, dan dukungan akademi.
  • Setelah memastikan gelar domestik, PSG kini mengalihkan fokus penuh untuk menghadapi Arsenal pada final Liga Champions di Budapest.

Suara.com - Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, memuji pencapaian timnya setelah berhasil meraih gelar juara Liga Prancis 2025/2026.

Dalam pernyataannya usai memastikan trofi liga, Al-Khelaifi menyoroti kerja kolektif seluruh elemen klub yang dinilainya menjadi kunci keberhasilan PSG menjalani musim domestik dengan dominan.

Ia juga menegaskan fokus PSG kini beralih ke final Liga Champions melawan Arsenal di Budapest.

“Kami sangat bangga dengan gelar juara Liga Prancis ke-14 ini, gelar kelima secara beruntun dan yang pertama dalam sejarah klub,” kata Al-Khelaifi seperti dikutip dari laporan Fabrizio Romano.

“Selamat kepada para pemain, Luis Enrique, Luis Campos, dan seluruh staf atas pekerjaan luar biasa mereka.”

Menurut Al-Khelaifi, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak di klub, termasuk kontribusi akademi yang mulai melahirkan banyak pemain muda potensial.

“Kesuksesan ini adalah hasil dari kerja tim yang berkinerja tinggi, dari semua orang di klub, serta kekuatan akademi kami termasuk debut profesional lima pemain muda,” ujar dia.

Al-Khelaifi menambahkan, kekuatan utama PSG bukan terletak pada individu tertentu, melainkan kolektivitas tim yang selalu mendapat dukungan penuh dari para suporter.

“Di Paris Saint-Germain, bintang sesungguhnya adalah kolektif tim, didukung para penggemar luar biasa kami di mana pun kami berada.”

Baca Juga: Eks Bintang Real Madrid Ramal Arsenal Juara Liga Inggris dan Liga Champions

“Kini fokus kami sepenuhnya tertuju pada tantangan berikutnya di Budapest. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan saat kami terus menulis sejarah bersama,” lanjutnya.

Load More