Suara.com - Pelatih tim nasional Belgia Roberto Martinez mengatakan jika asisten pelatih timnas Belgia, Thierry Henry, sudah siap untuk memegang tanggung jawab sebagai pelatih.
Hal itu diungkapkan Martinez menyusul rumor yang menyebut asistennya itu dilirik oleh AS Monaco yang tengah mencari pengganti Leonardo Jardim. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jardim dipecat menyusul performa buruk Monaco di musim ini.
Melakoni sembilan pertandingan liga, Monaco hanya membukukan satu kemenangan. Sementara delapan pertandingan lainnya berakhir dengan tiga hasil imbang lima kali tumbang.
Mengantongi enam poin, Monaco saat ini tak mampu beranjak dari posisi 18 klasemen sementara Ligue 1. Atau posisi teratas zona degradasi.
"Thierry siap untuk menukangi sebuah klub," kata Martinez seperti dilansir L'Equipe.
"Dia sangat menikmati apa yang dia lakukan, dan itu hal yang sangat penting dalam pekerjaan ini."
Namun demikian, bukan berarti Martinez siap kehilangan asistennya itu di timnas Belgia. Karena mantan pelatih Everton itu tidak menampik masih membutuhkan bantuan Henry dalam membenahi tim berjuluk Rode Duivels.
Martinez menyerahkan keputusan kepada yang bersangkutan. Hanya saja Martinez memberikan sedikit wejangan untuk direnungkan pemain legendaris Arsenal itu.
"Anda harus mengawali karier di tempat yang tepat dan ada jaminan kebebasan untuk bekerja," ujar Martinez.
Baca Juga: Ditinggal Pemain Bintang Monaco Terpuruk, Jardim Dipecat
"Jangan ada salah paham dengan pemilik dan presiden klub. Kesempatan tak datang dua kali dan pekerjaan pertama jangan dijadikan pertaruhan."
"Yang paling penting adalah merasa bisa bekerja dengan atmosfer yang ada dan yakin akan tetap mendapat dukungan dari klub meski mengalami tiga kekalahan beruntun."
AS Monaco sendiri bukanlah klub asing bagi Henry. Henry mengawali karier profesionalnya bersama klub tersebut pada tahun 1994 hingga 1999, sebelum memulai petualangannya di benua Eropa.
Berita Terkait
-
Liverpool Pertimbangkan Maghnes Akliouche sebagai Alternatif Lebih Murah untuk Bradley Barcola
-
Jorge Jesus Jadi Kandidat Terkuat Pelatih Portugal, Ini Sederet Prestasinya
-
7 Dosa Besar Cristiano Ronaldo Cs yang Hancurkan Portugal di Piala Dunia 2026
-
Gol Telat Spanyol Singkirkan Portugal, Roberto Martinez Nilai Timnya Cuma Kurang Beruntung
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Tinggalkan Kursi Pelatih Portugal
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan