- Portugal tersingkir dari babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah tipis 0-1 dari Spanyol di menit akhir.
- Kegagalan dipicu oleh kurangnya kerja sama tim, minimnya kreativitas taktik, serta kelelahan fisik para pemain kunci utama.
- Masalah internal federasi, kontroversi aktivitas luar lapangan, dan kepemimpinan yang kurang solid memperburuk performa tim di turnamen tersebut.
Suara.com - Mimpi besar Portugal untuk Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan.
Tim yang dipimpin Roberto Martínez tersingkir di babak 16 besar usai kalah tipis 0-1 dari Spanyol lewat gol dramatis Mikel Merino di menit 90+1.
Di atas kertas, Portugal adalah salah satu tim terkuat dunia, namun realitas di lapangan berkata sebaliknya.
Berikut tujuh faktor utama kegagalan Portugal di Piala Dunia 2026.
Gagal Menjadi Tim Solid
Portugal datang dengan deretan bintang kelas dunia, tetapi gagal tampil sebagai satu kesatuan.
Permainan lebih sering bergantung pada keahlian individu ketimbang kerja kolektif.
Cristiano Ronaldo, Rafael Leao, hingga Diogo Costa tampil sendirian, namun tanpa sistem taktik yang jelas.
Tim terlihat lambat, mudah ditebak, dan miskin kreativitas.
Baca Juga: Prediksi Final Tak Diharapkan Piala Dunia 2026: Duel Tim Kuda Hitam Mesir vs Maroko
Kelelahan Pemain Kunci
Sejumlah pemain inti tampil jauh di bawah performa terbaik. Vitinha, João Neves, dan Bruno Fernandes kehilangan tajinya di lini tengah.
Padatnya jadwal klub berdampak besar pada kondisi fisik dan mental.
Selain itu, beberapa pemain dipasang di posisi yang tidak ideal sehingga menghambat performa mereka.
Bernardo Silva bahkan mengakui kesulitan tersebut. “Sulit bermain maksimal di posisi yang tidak biasa,” ujarnya.
Kekacauan Taktik
Berita Terkait
-
Prediksi Final Tak Diharapkan Piala Dunia 2026: Duel Tim Kuda Hitam Mesir vs Maroko
-
Generasi Terburuk! Legenda Brasil Ramai-ramai Desak Carlo Ancelotti Dipecat
-
Kylian Mbappe Kecam Komentar Rasis Senator Paraguay, Responsnya Jadi Sorotan
-
Kasus Balogun, Trump dan FIFA: Retaknya Kepercayaan pada Fair Play
-
Harga Ikat Rambut Ikonik Erling Haaland di Piala Dunia 2026, Ternyata Ladang Cuan Sang Striker
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Prediksi Final Tak Diharapkan Piala Dunia 2026: Duel Tim Kuda Hitam Mesir vs Maroko
-
Generasi Terburuk! Legenda Brasil Ramai-ramai Desak Carlo Ancelotti Dipecat
-
Kylian Mbappe Kecam Komentar Rasis Senator Paraguay, Responsnya Jadi Sorotan
-
Persib Akui Raup Cuan Besar dari Transfer Andrew Jung
-
Ole Romeny Selangkah Lagi Gabung Fortuna Sittard, Siap Satu Tim dengan Justin Hubner
-
Datangkan Striker Montenegro Balsa Sekulic, Lini Depan Persib Bandung Makin Ngeri
-
Timnas Iran Olok-olok Kekalahan Amerika Serikat dari Belgia
-
Oxford United Tak Diundang ke Piala Presiden 2026, Erick Thohir Bantah karena Cedera Ole Romeny
-
Pratama Arhan Ungkap Alasan Gabung Persija Jakarta, Shin Tae-yong Jadi Faktor Kunci
-
Amerika Serikat Dibantai Belgia meski 'Dibantu' FIFA, Pochettino: Kami Harus Belajar