Suara.com - Asosiasi Sepak Bola Cina (CFA) mengeluarkan beberapa kebijakan baru, di antaranya mengenai pembatasan gaji para pemain liga.
Dilansir Antara, pembatasan gaji atau "salary cap" para pemain yang berlaga di Liga Super Cina (CSL) dan level di bawahnya akan diberlakukan pada musim kompetisi tahun depan, demikian radio resmi pemerintah setempat, Sabtu (20/10/2018).
Menanggapi munculnya kekhawatiran atas kendala mahalnya biaya transfer dan kewajiban membayar gaji para pemain asing, CFA menyatakan bahwa kebijakan pembatasan gaji nanti juga akan mengatur total pengeluaran klub dan gaji setiap pemain.
Kebijakan tersebut bertujuan untuk menghindari investasi yang tidak perlu, menciptakan iklim kompetisi yang sehat, dan membangun liga profesional yang berkesinambungan, demikian pernyataan CFA.
Dalam menentukan besaran gaji nanti, CFA akan merujuk investasi klub dan gaji para pemain yang berlaga di Liga Jepang (J-League) dan Liga Korea (K-League).
Selain itu, CFA juga akan mengeluarkan aturan untuk meninjau dan menyelia kemampuan keuangan klub, menghilangkan biaya ekstra saat tanda tangan kontrak sehingga tidak ada lagi kontrak ganda, termasuk penyempurnaan regulasi agar sesuai dengan sistem kontrak pemain sebagai bagian dari tenaga kerja profesional di negara berpenduduk terbesar di dunia itu.
Diperkirakan semua detail kebijakan baru itu secara resmi akan dikeluarkan CFA setelah berakhirnya musim kompetisi tahun ini.
Kebijakan yang berlaku saat ini adalah klub yang menghabiskan dana lebih dari 45 juta RMB (Rp 99 miliar, 1 RMB = Rp2.200) untuk pemain asingnya dan harus membayarkan dengan nilai yang sama untuk dana pengembangan sepak bola nasional.
Kewajiban yang dibayarkan klub bersamaan dengan penandatanganan kontrak pemain tersebut akan berlanjut hingga musim kompetisi 2019.
Baca Juga: Arab Saudi dan Tajikistan Menang, Malaysia dan Cina Tanpa Poin
Dibandingkan dengan cabang olahraga lain di Cina, sepak bola miskin prestasi, bahkan untuk tingkat Asia, tim nasional Cina masih tertinggal.
Dalam tiga tahun terakhir, pemerintah Cina terus membangun fasilitas sepak bola, termasuk ribuan unit sekolah sepak bola mulai usia dini hingga junior.
Sistem pelatihan juga mulai memasuki babak baru dengan menggembleng para pemain junior ala militer seperti yang pernah dijalani pemain tenis meja dan atlet loncat indah Cina.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Kevin Diks Bantu Cetak Gol, Borussia Monchengladbach Menang Telak!
-
Batal Konferensi Pers, PSSI: John Herdman Tak Enak Badan
-
John Herdman Batal Dikenalkan Sebagai Pelatih Baru Timnas Indonesia Hari Ini
-
1 Hal ini Buktikan Jay Idzes Pemain Berkelas, AS Roma Nyaris Jadi Korban
-
Beckham Putra Selebrasi Ice Cold, Bojan Hodak: Untung Gak di Depan Jakmania
-
Barcelona Juara Piala Super Spanyol, Lewandowski Sindir Telak Real Madrid
-
Kronologis Jakmania dan Bobotoh Bentrok di Depok saat Persija Jakarta vs Persib Bandung
-
Akun Sosmed Bruno Fernandes Diretas, Manchester United Bilang Begini
-
Persija Tumbang di GBLA, Bobotoh Nyanyikan Lagu Naik Naik Ke Puncak Gunung
-
Kronologis Ancaman Pembunuhan Keluarga Thom Haye