Suara.com - Manchester United akan menjalani laga berat kontra Juventus pada matchday 4 Grup H Liga Champions 2018/2019, Kamis (8/11/2018) dini hari WIB.
Menurut legenda hidup Man United yang kini menjabat pelatih Timnas Wales, Ryan Giggs, mantan timnya harus bermain sempurna dan kompak selama 90 menit untuk bisa menang menang, atau untuk sekadar mencuri poin dari lawatan ke Italia.
Sebagai informasi, pada pertemuan kedua tim pada matchday 3 di Old Trafford, Man United praktis tak bisa berbuat banyak, sebagaimana Juventus benar-benar dominan. Juventus pun berhasil mendulang poin penuh setelah menang 1-0 melalui gol tunggal Paulo Dybala di awal babak pertama.
Setelah laga tersebut, Man United berhasil meraih kemenangan beruntun atas Everton dan Bournemouth di liga domestik. Meski demikian, Giggs melihat Man United belum sepenuhnya stabil setelah menjalani start amburadul di awal musim 2018/2019 ini.
"Saya sangat terkesan dengan performa Man United dalam empat atau lima pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, khususnya di babak kedua laga-laga tersebut, termasuk saat bertemu Juventus," buka Giggs, seperti dilansir Reuters.
"Tapi, saya pikir masih ada yang aneh dari performa mereka. Sebagai fan Man United, saya pikir Anda akan menggaruk-garuk kepala. Mereka membuktikan bisa memberikan pertandingan yang bagus, tapi jika Anda hanya terjaga selama 45 menit, maka Anda tak akan bisa selalu menang atau meraih hasil bagus," lanjutnya.
"Anda harus terjaga selama 90 menit. Mereka menjadi yang terbaik kedua (pada laga pertama kontra Juventus di Old Trafford), tapi saya rasa gap akan mendekat pada pertandingan kedua ini," tutur pria berusia 44 tahun itu.
"Tak ada pertandingan yang lebih sulit dari laga tandang kontra Juve, tapi jika Man United bisa melanjutkan tren bagus di beberapa laga terakhir, saya pikir mereka bisa meraih hasil bagus di Turin, atau bahkan mungkin menang. Kuncinya mereka harus main kompak. Saya pribadi berpikir mereka harus tampil sempurna di Turin jika mengharapkan tiga poin," tukas Giggs.
Baca Juga: Manchester United Tanpa Romelu Lukaku Lawan Juventus
Berita Terkait
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji