Bola / Bola Indonesia
Rabu, 12 Desember 2018 | 13:38 WIB
COO PT Liga Indonesia Baru Tigorshalom Boboy. (Suara.com/Adie Prasetyo)

Suara.com - PT Liga Indonesia (LIB) selaku operator Liga 1 berencana menggulirkan kompetisi kasta tertinggi musim 2019 setelah digelarnya Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April 2019.

PT LIB memiliki alasan kuat kembali menggelar kompetisi musim depan setelah adanya Pilpres tersebut. COO PT LIB Tigorshalom Boboy mengatakan, jika keduanya digelar bersamaan berpotensi bentrok yang bisa membuat jadwal pertandingan bisa saja ditunda.

"Ini, kan ada proses yang kita jalani, ada evaluasi, ada laporan dari PSSI, dalam waktu dekat kami akan bertemu PSSI, termasuk rencana kompetisi tahun depan," kata Tigor.

"Karena kami tidak bisa lepas begitu saja, ada agenda lain, Tapi kami punya perencanaan itu setelah pilpres," tambahnya.

Dalam hal ini PT LIB akan melakukan komunikasi dengan PSSI lebih dahulu terkait penentuan jadwal. Sebab, masih ada Piala Indonesia 2018 yang masih bergulir di bawah naungan PSSI.

Balum lagi jika nantinya ada turnamen pra musim seperti Piala Presiden. Tentu hal itu jadi pertimbangan PT LIB dalam penentuan jadwal.

"Daripada adanya ketidakpastian, paling aman menurut kami itu setelah pilpres. Itu pun kita bicarakan dengan PSSI lebih dahulu," pungkasnya.

Liga 1 2018 telah berakhir, di mana Persija Jakarta keluar sebagai juara. Sementara Mitra Kukar, Sriwijaya FC, dan PSMS Medan terdegradasi ke Liga 2 musim 2019.

Posisi tiga tim tersebut digantikan oleh Semen Padang, PSS Sleman, dan Kalteng Putra. Ketiganya bakal bersaing di liga 1 2019.

Baca Juga: Jadwal Liga Champions Malam Ini dan Siaran Langsung

Load More