Suara.com - Napoli harus rela tersingkir dari Liga Champions 2018/2019 setelah tumbang dengan skor 0-1 dari tuan rumah Liverpool di Anfield pada laga matchday pamungkas Grup C, Rabu (12/12/2018) dini hari WIB.
Napoli finis di peringkat ketiga klasemen akhir Grup C dengan raihan poin 9 dari enam pertandingan. Raihan poin Partenopei -julukan Napoli- tersebut sebenarnya sama dengan Liverpool, namun nama terakhir unggul dalam selisih gol.
Well, meski gagal melaju ke babak 16 besar, pelatih Napoli, Carlo Ancelotti mengakui tak memiliki penyesalan berlebihan. Menurutnya, Napoli memang tergabung dalam grup yang sulit. Seperti diketahui, Grup C juga dihuni Paris Saint-Germain, yang akhirnya keluar sebagai juara grup.
"Tidak ada penyesalan, kami tergabung di grup yang sulit. Saya kira kami sudah tampil cukup baik di babak fase grup ini. Sembilan poin, saya pikir kami sedikit tidak beruntung gagal lolos (ke 16 besar)," ujar Ancelotti sebagaimana dimuat laman resmi UEFA.
"Tentu akan menyenangkan bisa lolos. Sebab, sedikit orang yang menganggap kami berkemampuan untuk memaksa persaingan hingga akhir. Ya, mungkin kami sedikit melewatkan keberuntungan juga," celotehnya lagi.
Pada laga di Anfield dini hari tadi, Ancelotti sendiri menilai sejumlah pemainnya kesulitan untuk mengimbangi intensitas tinggi yang diperagakan Liverpool.
Meski demikian, Dries Mertens dan kolega menurut Don Carletto -julukan Ancelotti- layak pulang dengan kepala tegak karena memperlihatkan karakter yang luar biasa.
"Sebagian pemain kesulitan untuk mengimbangi tingginya intensitas Liverpool. Tapi, kami tersingkir dengan kepala tegak. Para pemain memperlihatkan karakter yang luar biasa," tukas eks pelatih Juventus, AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, Real Madrid, dan Bayern Munich tersebut.
Baca Juga: Tersingkir dari Liga Champions, Spalletti: Inter Main Tak Lepas!
Berita Terkait
-
Link Live Streaming Arsenal vs Atletico Madrid: Rebut Tiket Final, The Gunners!
-
Prediksi Arsenal vs Atletico Madrid: Preview, Skor, Susunan Pemain
-
Antoine Griezmann Siap Ukir Sejarah saat Hadapi Arsenal
-
Tunda ke MLS, Antoine Griezmann Siap Bawa Atletico Madrid Cetak Sejarah di Markas Arsenal
-
Odegaard dan Havertz Siap Tampil, Arsenal Percaya Diri Hadapi Atletico Madrid
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?