Suara.com - Kiper berdarah Indonesia yang kini merumput di Serie A Italia, Emil Audero Mulyadi kangen dengan klub tempatnya menimba ilmu ketika masih muda, yakni Juventus. Ia berhasrat ingin kembali suatu saat nanti
Audero merupakan pemain binaan Juventus. Namun, ia kini berseragam Sampdoria dengan status pinjaman selama satu musim dan opsi dipermanenkan pada akhir musim.
Penampilan dirinya dalam mengawal gawang Sampdoria pun tak bisa dipandang sebelah mata. Ia hanya kebobolan 19 gol dari 16 pertandingan. Performa apik itu membuat Blucerchiati bertengger di posisi sembilan klasemen sementara Serie A dengan koleksi 23 poin.
''Apakah saya masih menyimpan Juventus di hati? Tentu saja, itu logis. Saya tidak bisa melihat yang sebaliknya,'' kata Audero kepada Tuttosport.
''Saya muncul dari keseluruhan sistem, saya berasal dari Cumiana dan bermain untuk Juventus selama 10 tahun, tepat saat masih kecil. Saya ingin kembali ke Juventus suatu hari nanti,'' lanjutnya.
Tak lama lagi, Audero bakal kembali ke Turin. Namun kali ini tidak sebagai kawan. Ia bersama akan menantang Juventus yang tak terkalahkan di Allianz Stadium, Turin, Sabtu (29/12/2019). Pertandingan itu akan menjadi laga emosional bagi kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat itu.
''Bermain melawan mereka? Akan menjadi laga yang sangat emosional bagi saya,'' tuturnya menutup.
Nama Emil Mulyadi Audero memang tengah naik daun di Serie A musim ini. Ia menjadi kiper kedua dengan cleansheet terbanyak, yakni enam kali. Prestasi itu hanya kalah dari kiper Inter Milan Samir Handanovic yang mencatatkan cleansheet sebanyak delapan kali.
Selain itu, kiper 21 tahun itu berhasil melakukan penyelamatan sebanyak 48 kali. Jumlah itu menempatkan namanya sebagai kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak ketujuh di Serie A.
Sumber: Bolatimes.com
Berita Terkait
-
Trial di Atletico Madrid, Ibu Kiper Keturunan Ini Langsung Kode Keras ke Timnas Indonesia
-
Ayahnya Pernah Main di Piala Dunia, Pemain Muda Keturunan Indonesia Ini Terusir dari PSV
-
Tottenham Tunjuk Igor Tudor sebagai Manajer Interim, Misi Pertama Kalahkan Arsenal
-
Gagal Bela Timnas Indonesia, Striker Keturunan Maluku Ini Malah Jadi Mesin Gol di Belanda
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat