Suara.com - Manchester United harus menelan pil amat pahit pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018/2019. Menjamu raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG) di Old Trafford, Rabu (13/2/2019) dini hari WIB, Setan Merah praktis kalah kelas dan akhirnya menyerah 0-2.
Tim tamu membungkam publik Old Trafford lewat gol-gol Presnel Kimpembe di menit 53 dan Kylian Mbappe (60'), sebagaimana kedua gol ini berasal dari assist Angel Di Maria yang notabene merupakan eks pemain Man United.
Sudah jatuh tertimpa tangga, peribahasa itu pun layak ditujukan buat Man United. Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu juga harus kehilangan sang gelandang andalan, Paul Pogba yang diganjar kartu merah setelah mendapatkan kartu kuning kedua pada menit 89.
Well, terkait kans Man United lolos ke babak delapan besar, bisa dibilang ini memang merupakan sebuah mission impossible meski dalam sepakbola apapun bisa terjadi.
Ya, Man United dihadapakan pada jalan yang sangat terjal. Selain perbedaan level dan kualitas yang jelas terlihat pada leg pertama dini hari tadi, Man United juga dihadang faktor sejarah yang sudah lama terukir di Liga Champions.
Jika ingin lolos ke perempatfinal, Man United mau tak mau harus bisa mengubah sejarah ini. Setan Merah tentunya wajib membalikkan keadaan saat gantian tandang ke markas PSG, Parc des Princes pada 6 Maret mendatang.
Berdasarkan data OPTA, dari 34 tim terakhir yang menelan kekalahan kandang pada leg pertama di fase gugur Liga Champions, tak ada satupun yang mampu lolos ke babak berikutnya.
Selain itu, masih menurut OPTA, sepanjang sejarah Liga Champions, tim tuan rumah yang kalah 0-2 pada leg pertama di fase gugur selalu gagal membalikkan keadaaan dan lolos ke babak berikutnya.
Sementara menurut laman resmi UEFA, Man United sendiri belum pernah berhasil lolos setiap kali menelan kekalahan kandang pada leg pertama di kompetisi Eropa.
Baca Juga: Berikut 5 Fakta Menarik Usai PSG Taklukkan MU di Old Trafford
Dan yang paling penting, Man United juga takkan diperkuat sang megabintang, Pogba pada leg kedua nanti. Bisa dibilang jika Man United memang benar-benar membutuhkan mukjizat untuk melewati rintangan besar yang hadir dari PSG ini.
Berita Terkait
-
Ditanya Apa Bertahan di Atletio Madrid Musim Depan, Julian Alvarez: Maybe Yes, Maybe No
-
6 Fakta Menarik Jelang Duel Panas Real Madrid vs Manchester City Dinihari Nanti
-
Nyaris Kalah di Kandang Newcastle, Hansi Flick Ungkap Borok Performa Barcelona
-
Ragukan Barcelona, Thierry Henry: Arsenal dan Bayern Lebih Siap Juara Champions League
-
Apa Itu Balas Dendam? Striker PSG Tak Minat
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Hasil Simulasi: Ini Syarat Mutlak Persija Bisa Juara Super League Musim Ini
-
Jelang Bentrok Liga Champions, PSG Goda Bintang Chelsea Enzo Fernandez
-
Ditanya Apa Bertahan di Atletio Madrid Musim Depan, Julian Alvarez: Maybe Yes, Maybe No
-
Ketua Federasi Iran: Pemain Kami Diculik Sebelum Dikasih Visa dari Australia
-
6 Fakta Menarik Jelang Duel Panas Real Madrid vs Manchester City Dinihari Nanti
-
Infantino Bawa Pesan Trump untuk Iran: Izin, Kalian Tetap Main kan di Piala Dunia 2026?
-
Donald Trump Kini Persilakan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026
-
Nyaris Kalah di Kandang Newcastle, Hansi Flick Ungkap Borok Performa Barcelona
-
Bantu AS Serang Iran, Israel Kena Batunya Sendiri: Turnamen Sepak Bola Terhenti
-
Hitung-hitungan Persija Jakarta Juara Super League, Bepe Tegaskan Masih Ada Peluang