Bola / Bola Dunia
Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13 WIB
Dua hari jelang pembukaan Piala Dunia 2026, akses menuju Stadion Azteca dilaporkan lumpuh akibat banjir, proyek infrastruktur yang belum rampung, serta aksi demonstrasi besar-besaran. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Akses menuju Stadion Azteca di Mexico City lumpuh akibat banjir serta proyek infrastruktur yang belum selesai rampung.
  • Ribuan anggota serikat guru CNTE melakukan demonstrasi dan memblokade jalur transportasi strategis menjelang pembukaan Piala Dunia 2026.
  • Kondisi darurat transportasi serta kerusakan fasilitas publik menimbulkan krisis mobilitas yang mengancam kelancaran ajang Piala Dunia 2026.

Suara.com - Dua hari jelang pembukaan Piala Dunia 2026, akses menuju Stadion Azteca, dilaporkan lumpuh akibat banjir, proyek infrastruktur yang belum rampung, serta aksi demonstrasi besar-besaran.

Stadion Azteca akan menjadi tempat pertandingan pembukaan Piala Dunia 2026 pada hari Kamis, 11 Juni 2026. 

Situasi ini memicu kekhawatiran serius terhadap kesiapan ibu kota Meksiko sebagai tuan rumah ajang sepak bola terbesar dunia.

Hujan deras yang mengguyur Mexico City menyebabkan genangan di sejumlah titik menuju stadion.

Warga dan wisatawan menggambarkan kondisi tersebut sebagai memalukan di tengah sorotan internasional.

“Kota ini bisa jadi bahan tertawaan turis,” tulis laporan warga di media sosial.

Di saat yang sama, mobilitas semakin tertekan oleh aksi mogok guru dari Coordinadora Nacional de Trabajadores de la Educación (CNTE).

Ketegangan mewarnai persiapan Piala Dunia 2026 setelah ribuan demonstran memblokade akses menuju Stadion Azteca, hanya 48 jam sebelum laga pembuka. [Istimewa]

Pemimpin serikat guru, Pedro Hernandez, memastikan aksi akan terus berlanjut, termasuk rencana memblokade jalur strategis Calzada de Tlalpan hingga kawasan Metro Taxqueña.

“Mobilisasi akan terus berlanjut,” tegas Hernandez.

Baca Juga: 48 Jam Jelang Piala Dunia 2026, Ribuan Demonstran Kepung Stadion Azteca

Titik yang dipilih merupakan simpul transportasi penting yang menghubungkan selatan dan pusat kota.

Blokade di kawasan tersebut berpotensi melumpuhkan arus ribuan suporter yang hendak menuju Stadion Azteca.

Terminal Taxqueña sendiri menjadi pusat integrasi Metro, kereta ringan, dan berbagai moda transportasi publik lainnya.

Kondisi semakin diperparah oleh proyek infrastruktur yang belum selesai serta kerusakan fasilitas publik.

Kebocoran di jaringan Metro bahkan menciptakan fenomena yang dijuluki warga sebagai air terjun di dalam stasiun.

Masalah juga merambah ke area Bandara Internasional Mexico City (AICM), di mana muncul lubang tanah (sinkhole) yang mengancam kelancaran logistik kedatangan tim dan wisatawan.

Kombinasi masalah ini menciptakan krisis mobilitas yang belum pernah terjadi menjelang ajang sebesar Piala Dunia.

Dengan protes yang terus berlangsung dan cuaca yang tak menentu, tekanan terhadap panitia penyelenggara semakin meningkat.

Piala Dunia 2026 yang seharusnya menjadi panggung kebanggaan kini justru dihadapkan pada ujian serius sebelum resmi dimulai.

Load More