Suara.com - Kediaman PLT Ketua Umum PSSI, Joko Driyono digeledah oleh Satgas Anti Mafia Bola pada Jumat, (15/2/2019) pukul 00.30 WIB. Pemeriksaan tersebut terkait kasus pengaturan skor liga 2 dan liga 3.
Pemeriksaan dilakukan di kediamanya yang juga sekaligus kantor pribadinya di Apartemen Taman Rasuna Tower 9 lantai 18 unit 0918 C Jalan Taman Rasuna Selatan, Menteng Atas, Setiabudi Jakarta Selatan. Jokdri juga berada dilokasi saat penggeledahan berlangsung.
"Dimulai dari kamarnya, beliau menyaksikan proses penggeleladahan, pengambilan barang bukti," ujar Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetya kepada awak media di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019).
Dedi melanjutkan, penggeledahan ini merupakan salah satu dari bentuk pihak kepolisian mencari dan memperkuat alat bukti. Ketika seluruh alat bukti sudah kuat baru mereka bisa menetapkan tersangka baru.
"Mekanisme untuk menetapkan tsk tentunya satgas terapkan standar kehati-hatian juga untuk menghargai asas praduga tak bersalah. Artinya dalam hal ini penyidik betul menguatkan alat bukti clear," jelasnya.
Dari penggeledahan ini, dia tidak menutup kemungkinan akan adanya tersangka baru dalam kasus pengaturan skor ini. Namun dirinya belum bisa memastikan siapa tersangka potensial selanjutnya.
"Iyaah sangat terbuka kemungkinan itu (tersangka baru)," jelasnya.
Barang bukti yang diangkut kepolisian diantaranya beberapa unit laptop, Flash Disk dan beberapa dokumen penting. Dedi menegaskan barang bukti yang dibawa pihaknya merupakan yang berkaitan dengan kasus yang sedang diselidiki.
Baca Juga: Lakoni Debut Sebagai Kapten, Samir Girang Bawa Inter Milan Menang
Berita Terkait
-
Kolaborasi dengan Polri, PSSI Serius Berantas Mafia Bola di Indonesia
-
Kapolri Bongkar Aktor Match Fixing di Sepak Bola Indonesia, Inisial VW tapi Belum Ditahan
-
Berantas Suporter Nakal di BRI Liga 1, Polri dan PSSI Teken MoU demi Iklim Sepak Bola yang Sehat
-
Satgas Anti Mafia Bola Siap Usut Dugaan Kecurangan Wasit di Laga Sriwijaya FC vs Semen Padang
-
Terungkap! Alasan Najwa Shihab Mau Bergabung dalam Satgas Anti-Mafia Bola
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ole Romeny Hapus Oxford United dari Bio Instagram, Rumor ke Persib Kembali Menguat
-
Bangkit dari Cedera Parah, Pemain Parma Siap Bawa Jepang Bersinar di Piala Dunia 2026
-
Umuh Muchtar Sebut Laga Persija vs Persib Bandung Lebih dari Final
-
Persib Bandung Hormati Keputusan Venue Laga Kontra Persija Dipindah ke Samarinda
-
Hadiah Juara 3 Kali Lebih Besar dari Piala AFF, Timnas Indonesia Wajib Incar Trofi FIFA ASEAN Cup
-
Casemiro Nilai Michael Carrick Layak Jadi Pelatih Permanen Manchester United
-
AS Monaco Ingin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona
-
Legowo, Jonathan Tah Akui PSG Layak ke Final Liga Champions
-
Dikaitkan dengan Chelsea, Felipe Luis Mulai Urus Lisensi UEFA Pro
-
Bayern Munich Tersingkir, Vincent Kompany Murka dengan Keputusan Wasit