Suara.com - Napoli lolos ke babak perempat final Liga Europa meski di leg kedua babak 16 besar kalah 1-3 dari RB Salzburg. Sementara wakil Italia lainnya, Inter Milan harus tersingkir setelah kalah 0-1 dari Eintracht Frankfurt.
Pada laga di Stadion Red Bull Arena, Salzburg, Jumat (15/3/2019) dini hari WIB, Napoli sempat memimpin lebih dulu lewat gol Arkadiusz Milik di menit ke-14. Namun setelah gol tersebut Salzburg langsung mencoba bangkit mengejar ketertinggalannya.
Munas Dabbur mampu menyamakan kedudukan di menit ke-25 dan skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Salzburg menambah tekanannya dan menambah dua gol lagi dari Fredrik Gulbrandsen dan Christoph Leitgeb.
Namun kemenangan 3-1 masih belum cukup bagi Salzburg untuk melaju ke babak berikutnya. Meski kalah 1-3 namun Napoli tetap berhak ke perempat final karena menang agregat 4-3 berkat kemenangan 3-0 di leg pertama.
Namun langkah Napoli lolos ke perempat final gagal diikuti klub Italia lainnya, Inter Milan. Skuat besutan Luciano Spalletti akhirnya harus terhenti setelah kalah 0-1 dari Eintracht Frankfurt di Giuseppe Meazza.
Sebuah gol cepat yang dicetak oleh Luka Jovic di menit kelima membawa Eintracht Frankfurt, melangkah ke perempat final setelah mengalahkan Inter Milan dengan skor agregat 1-0 setelah di leg pertama berakhir imbang 0-0.
Frankfurt menjadi satu-satunya klub Jerman yang bertahan di kompetisi antarklub Eropa hingga saat ini, setelah di Liga Champions tiga wakil mereka Borussia Dortmund, Bayern Muenchen dan Schalke 04 disingkirkan di putaran 16 besar.
Susunan pemain:
RB Salzburg (4-1-2-1-2): Walke Lainer, Onguene, Ramalho, Ulmer, Mwepu (Guldbrandsen), Samassekou, Wolf, Szoboszlai (Leitgeb), Minamino (Haland), Dabbur
Pelatih: Marco Rose
Baca Juga: Hasil Liga Europa : Taklukkan Rennes 3-0, Arsenal Melaju ke Perempat Final
Napoli (4-4-2): Meret, Hysaj, Chiriches (Malcuit), Luperto, Mario Rui, Callejon, Allan, Fabian Ruiz, Zielinski (Diawara), Milik, Mertens (Younes)
Pelatih: Carlo Ancelotti
Berita Terkait
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mendominasi! 3 Klub Inggris Sukses Tembus Final Tiga Kompetisi Berbeda di Eropa
-
Freiburg Singkirkan Braga Dramatis, Tantang Aston Villa di Final Liga Europa
-
Aston Villa Hancurkan Nottingham Forest 4-0, Lolos ke Final Liga Europa
-
Wakil Presiden Inter Milan Pesimistis Bisa Rekrut Nico Paz
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati