Suara.com - Manajemen PSM Makassar sangat mendukung keinginan pemainnya Marc Anthony Klok menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Dukungan tersebut diutarakan langsung oleh CEO PSM Munafri Arifudin.
Klok sejauh ini memang selalu menunjukkan kecintaannya kepada Indonesia. Pemain asal Belanda itu sendiri saat ini sedang menjalani proses naturalisasi.
Salah satu syarat yang harus dipenuhi Klok adalah tinggal di Indonesia selama lima tahun. Sementara pemain berusia 26 tahun itu tercatat baru tiga tahun tinggal di Indonesia.
Munafri berharap tidak ada halangan dalam proses tersebut, dan manajemen PSM siap membantu Klok menjadi WNI. Apalagi Klok pernah berkata jika dirinya sangat ingin memperkuat tim nasional Indonesia.
"Dari awal Klok sudah sampaikan kepada saya untuk bisa menjadi Warga Negara Indonesia dan memperkuat Timnas Indonesia. Saya berharap proses ini bisa berjalan secepatnya," kata Munafri Arifuddin.
"Saya sangat berharap semuanya semoga bisa terpenuhi dan berjalan dengan baik. Sehingga ke depannya pemain asal Belanda ini bisa menjadi bagian dari Timnas Indonesia," tambahnya.
Sementara itu, Klok mengaku masih bersabar menunggu proses perpindahan warga negara dan berharap tidak ada halangan selama proses berlangsung.
"Saya mau naturalisasi dan saya mau main di Timnas Indonesia. Tapi saya harus sabar tunggu prosesnya. Setelah proses selesai saya sabar tunggu panggilan timnas, bila dipanggil saya siap cetak gol lagi," ujar Klok.
Baca Juga: Pujian Setinggi Langit Pelatih PSM untuk Marc Klok
Berita Terkait
-
Usai Timnas Indonesia U-17 Tundukkan China, Kurniawan Akui Tahu Cara Kalahkan Qatar
-
Kurniawan Ingatkan Timnas Indonesia U-17 Jangan Terbuai Usai Berhasil Mengalahkan China
-
Jelang Drawing Piala Asia 2027, Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Potensi Bahaya dari Pot 4
-
Siapa Keanu Sanjaya? Pahlawan Timnas Indonesia U-17 yang Pernah Cicipi Latihan di Klub Spanyol
-
Klasemen Grup B Piala Asia U-17 2026: Jepang di Puncak, Indonesia Tempel Ketat
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan