Suara.com - Bek veteran Ajax Amsterdam Daley Blind memuji Matthijs de Ligt berbakat luar biasa. Hal itu dikatakan Blind setelah Ajax sukses meraih gelar juara Eredivisie usai mengalahkan De Graafschap di pekan terakhir Liga Belanda.
Ajax menjadi juara Eredivisie pertamanya sejak 2014 usai menang 4-1 atas De Graafschap di pekan terakhir Liga Belanda, Kamis (16/5/2019) dini hari WIB. Ini sekaligus melengkapi sukses Ajax di domestik setelah sebelumnya meraih trofi KNVB Beker.
Namun, De Ligt pun menjadi salah satu sorotan usai laga De Graafschap vs Ajax di Stadion De Vijverberg. Maklum saja, kapten Ajax berusia 19 tahun itu kencang dikabarkan akan meninggalkan klub di akhir musim ini.
Barcelona, Liverpool, Manchester United dan beberapa klub besar Eropa dikabarkan sedang mendekati Matthijs de Ligt. Blind pun angkat suara soal de Ligt dan dirinya tidak meragukan kemampuannya kapten Ajax tersebut.
"Tidak hanya sebagai kapten, dia penting bagi kami. Ini juga tentang kepribadiannya. Dia adalah pemimpin dalam skuad," kata Daley Blind usai laga De Graafschap vs Ajax seperti dilansir Scoresway.
"Dia dapat membimbing tim dalam masa-masa sulit. Tetapi jika dia bukan salah satu yang terbaik, yang lain bisa. Saya pikir itulah bagaimana kami saling melengkapi sebagai satu tim. Tapi dia bakat yang luar biasa, itu sudah jelas," pujinya.
De Ligt telah 55 kali tampil di semua kompetisi untuk Ajax musim ini, telah membantu mereka mencapai semifinal Liga Champions, hingga disingkirkan secara dramatis oleh Tottenham Hostpur.
Meski disebut-sebut akan meninggalkan Ajax, namun De Ligt sebelumnya telah mengatakan dirinya belum ingin bicara soal masa depannya. "Ini bukan waktunya untuk membicarakan masa depan saya," kata Matthijs de Ligt kepada Fox Sports.
"Saya tidak tahu apakah saya akan pergi dengan Frenkie de Jong [ke Barcelona]. Saya masih harus menganalisis banyak hal dan melihat semuanya. Kita akan lihat apa yang terjadi," pungkasnya.
Baca Juga: Diminati Barcelona, De Ligt Masih Butuh Waktu Memutuskannya
Berita Terkait
-
Kiper Keturunan Surabaya Sabet Pemain Terbaik Eredivisie Bulan April, Segera Dilirik John Herdman?
-
Skandal Pasporgate Dean James Bikin Panik KNVB, Eredivisie 2025/2026 Terancam Tak Selesai
-
Update Kasus Pasporgate Dean James: Liga Belanda Terancam Chaos!
-
Jadi Rebutan, Pemain Keturunan Surabaya Ini Diincar Ajax Amsterdam dan 2 Klub Inggris
-
Paspoortgate Memanas, Hasil Sidang Banding NAC Breda Soal Kasus Dean James Diumumkan Pekan Depan
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Lionel Messi Ungkap Pemain Terbaik di Generasi Setelahnya
-
Profil Timnas Irak: Singa Mesopotamia yang Siap Mengaum di Piala Dunia 2026
-
Pesan Mendalam Kang Dedi untuk Bobotoh: Jangan Nodai Kemenangan Persib dengan Keributan
-
Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia U-17 2026
-
Persijap Jepara Lolos dari Degradasi, Pemain Berharga Rp 6,95 Miliar Ungkap Isi Hati
-
Profil Julian de Guzman: Legenda Kanada dan Perjalanan Besar Menembus Sepak Bola Eropa
-
Ucapan Pelatih Thailand Jelang Piala Asia 2027 Bikin Panas Suporter Timnas Indonesia
-
Profil Younis Mahmoud: Mesin Gol Legendaris Irak yang Menginspirasi Generasi Piala Dunia 2026
-
Memalukan! Skuad Persib Mendapat Serangan Verbal Provokatif di Bandara, Ini Pelakunya
-
Carlos Valderrama, Legenda yang Jadi Otak Permainan Kolombia di Tiga Edisi Piala Dunia