Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Ivan Kolev mengungkapkan kelemahan yang dimiliki timnya usai takluk dari PSIS Semarang pada laga pekan kedua Liga 1 2019, Minggu (26/5/2019) malam WIB.
Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Moch. Soebroto itu, Persija kalah dari tim tuan rumah dengan skor 1-2.
Persija sendiri sejatinya unggul lebih dahulu pada laga tadi malam melalui gol Ryuji Utomo di menit 37 babak pertama.
Namun, striker PSIS Hari Nur Yulianto muncul sebagai mimpi buruk bagi Persija, usai mencetak brace di paruh kedua, yakni pada menit 75 dan 77.
Gagal meraih kemenangan di dua laga awal Liga 1 2019, tentunya ini masalah besar bagi Persija mengingat mereka berstatus sebagai juara bertahan kompetisi.
Seperti diketahui, pada pekan pertama lalu, Persija juga hanya bisa bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah Barito Putera.
Kolev menjelaskan, ada beberapa titik lemah yang ada di para pemain. Titik lemah tersebut menurutnya masih saja muncul saat pertandingan kontra PSIS memasuki babak kedua.
Salah satunya adalah fokus pemain selalu hilang. Ya, terlebih pada saat mengantisipasi umpan silang dari lawan.
"Satu crossing, dan satu passing panjang berakibat gol dari lawan. Itu kelemahan kami. Kami kebobolan begitu mudahnya, sangat tidak perlu. Belakangan juga sudah banyak gol (Persija kemasukan) dari skema tersebut," ungkap Ivan Kolev.
Baca Juga: Manchester United Berhenti Kejar Matthijs de Ligt
Pelatih asal Bulgaria itu pun berjanji akan segera memperbaiki hal ini agar tidak terjadi lagi di pertandingan berikutnya.
Pada laga selanjutnya, Persija sendiri akan berhadapan dengan lawan yang kuat, yaitu Bali United --yang disebut-sebut sebagai salah satu favorit jaura Liga 1 2019-- pada Jumat (31/5/2019).
"Kami akan kerja untuk evaluasi masalah di laga lawan PSIS ini agar tidak terulang lagi," tegas Kolev.
Berita Terkait
-
Persija Hancurkan Brisbane Roar di JIS
-
Jakmania Boikot Launching Persija Jakarta, Bung Ferry Sampaikan Peringatkan
-
Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala
-
Brimob Sterilisasi JIS dari Tribun Sampai Ruang Ganti Jelang Duel Persija vs Brisbane Roar
-
Belum Dijual, tapi Tak Dipakai, Shin Tae-yong Bikin Status Van Basty Souza di Persija Tidak Jelas
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
-
AS Serang Iran, Harga Minyak Melambung Tinggi
-
0882 Nomor Kartu Apa? Cek Provider dan Daftar Kode Prefix Resmi
-
Kebiasaan Unik Orang Indonesia: Beli Asuransi Perjalanan Mendadak Tanpa Persiapan
-
2 Tahun Jadi Buron, Pengendali Narkoba Lintas Negara Ditangkap
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026