Bola / Bola Dunia
Rabu, 29 Mei 2019 | 07:30 WIB
Ilustrasi Chelsea vs Arsenal. [suara.com]

Baik Chelsea maupun Arsenal telah sama-sama melakoni perjalanan panjang nan melelahkan sebelum mencapai final Liga Europa musim ini.

Chelsea asuhan pelatih Maurizio Sarri memulai perjuangannya dengan bermain di Grup L yang berisikan BATE (Belarusia), Vidi FC (Hungaria), dan PAOK FC (Yunani).

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri dalam konferensi pers jelang laga final Liga Europa 2018/19 kontra Arsenal. [Ben STANSALL / AFP]

Di babak fase grup, Chelsea praktis tak menemui kesulitan berarti dengan menggondol lima kemenangan dan sekali seri, meski Sarri sering menurunkan pemain-pemain muda ataupun tim lapis kedua.

Memasuki babak knock-out, Chelsea masih belum terbendung. Malmo FF (Swedia) dicukur dengan agregat 5-1 di babak 32 besar dan Dynamo Kiev (Ukraina) dipermak habis dengan agregat 8-0 di perdelapanfinal.

Chelsea baru mendapatkan rintangan di babak perempatfinal saat jumpa jagoan Republik Ceko, Slavia Praha. Chelsea hanya bisa menang tipis di dua leg, dengan akhirnya unggul agregat 5-3.

Chelsea kemudian benar-benar kerepotan di semifinal, saat bentrok dengan tim kuda hitam asal Jerman, Eintracht Frankfurt. Bagaimana tidak, Chelsea membutuhkan drama adu penalti untuk bisa melenggang ke final, setelah bermain imbang 1-1 di Frankfurt dan London. 

Di sisi lain, seperti halnya Chelsea, Arsenal juga tampil superior di babak penyisihan grup. Segrup dengan Sporting CP (Portugal), Vorskla (Ukraina) dan Qarabag FK (Azerbaijan) di Grup E, The Gunners melenggang mudah ke fase gugur.

Merengkuh lima kemenangan dan satu hasil imbang, Arsenal keluar sebagai juara grup dengan poin 16.

Di babak 32 besar, Arsenal sempat dibuat was-was oleh BATE. Bagaimana tidak, Laurent Koscielny dan kolega sempat kalah dengan skor 0-1 saat tandang ke Belarusia pada leg pertama.

Baca Juga: Final Liga Europa: Mourinho Jagokan Chelsea, Yakin Tekanan Ada di Arsenal

Meski demikian, Arsenal berhasil bangkit dan membalikkan keadaan di leg kedua. Arsenal menang dengan skor 3-0, dan unggul agregat 3-1.

Di 16 besar, Arsenal kembali angin-anginan. Mereka lagi-lagi kalah di leg pertama saat bertemu Rennes (Prancis) dengan skor 1-3. Beruntung Arsenal berhasil lolos dari lubang jarum setelah menang 3-0 di Emirates Stadium pada leg kedua.

Memasuki perempatfinal, performa Arsenal mulai stabil. Meski jumpa dengan raksasa Italia, Napoli dan laga diprediksi bakal tricky, nyatanya Arsenal menyapu bersih dua leg dengan kemenangan.

Arsenal menang 2-0 di kandang pada leg pertama, sebelum menekuk tuan rumah Napoli 1-0 di Naples pada leg kedua. 

Di semifinal, lagi-lagi Arsenal tampil impresif meski bertemu Valencia, tim dari La Liga Spanyol. Arsenal menang menyakinkan 3-1 pada leg pertama di London, serta 4-2 saat sowan ke Mestalla pada leg kedua.

5 Fakta Menarik

1. Chelsea belum terkalahkan sepanjang kampanye mereka di Liga Europa 2018/19, dengan total 11 kemenenangan dan tiga hasil imbang sebelum mencapai final. Sementara itu, Arsenal sudah kalah dua kali (Menang 11, Seri 1, Kalah 2), namun selalu menang dalam lima laga pamungkas mereka.

2. Di Liga Inggris 2018/19, Chelsea dan Arsenal telah saling mengalahkan. Chelsea mengalahkan Arsenal 3-2 di Stamford Bridge, sementara Arsenal mempermalukan Chelsea 2-0 di Emirates Stadium.

3. Final terakhir yang dilakoni Chelsea di kompetisi Eropa adalah di Piala Super Eropa 2013, namun mereka kalah adu penalti melawan Bayern Munich. Di akhir musim 2012/13, Chelsea sendiri berhasil menjuarai Liga Europa pasca mengalahkan Benfica 2-1 di final. Semusim sebelumnya, Chelsea sukses jadi kampiun Liga Champions usai menekuk Bayern Munich.

4. Terakhir kali Chelsea dan Arsenal bentrok pada laga final adalah di pentas Community Shield 2017. Kedua tim bermain imbang 1-1, sebelum  Arsenal menang adu penalti dengan skor 4-1.

5. Terakhir kali Chelsea melakoni All-English Final di kompetisi Eropa adalah di Liga Champions musim 2007/08 lalu. Sayang, Chelsea kalah secara menyakitkan lewat adu penalti dari Manchester United di Moskow.

Team News

Kedua tim sama-sama diganggu masalah cedera jelang laga final ini. Chelsea sudah dipastikan tanpa centre-back tangguh mereka, Antonio Rudiger yang harus absen karena cedera lutut.

Chelsea bakal makin pincang jika N'Golo Kante benar tidak bisa turun bermain. Seperti diketahui, kondisi sang gelandang andalan sangat diragukan lantaran cedera lututnya disebut-sebut kambuh pada sesi latihan The Blues jelang laga final ini.

Gelandang Chelsea, N'Golo Kante (bawah). [Adrian DENNIS / AFP]

Chelsea sendiri sebelumnya sudah dipastikan tanpa gelandang serang Ruben Loftus-Cheek dan winger muda Callum Hudson-Odoi. Keduanya sama-sama tengah cedera ACL.

Di kubu Arsenal, The Gunners dipastikan tampil tanpa tiga pilar mereka. Well, laga Kamis dini hari nanti dipastikan bukan menjadi laga terakhir bagi Aaron Ramsey, yang akan berseragam Juventus di musim 2019/20.

Ramsey mengalami cedera hamstring, sebagaimana penampilannya di musim 2018/19 sudah harus berakhir pada April lalu. Selain Ramsey, Hector Bellerin juga masih jadi pesakitan lantaran cedera lutut.

Sementara itu, Henrikh Mkhitaryan yang merupakan pemain internasional Armenia, urung terbang ke Baku karena suhu politik yang tengah memanas antara negaranya dengan Azerbaijan.

Prakiraan Susunan Pemain

Chelsea XI (4-3-3): Kepa; Azpilicueta, Christensen, David Luiz, Alonso; Kovacic, Jorginho, Barkley; Pedro, Giroud, Hazard.

Pelatih: Maurizio Sarri (Italia)

Arsenal XI (3-4-2-1): Cech; Koscielny, Papastathopoulos, Mustafi; Maitland-Niles, Xhaka, Torreira, Kolasinac; Aubameyang, Ozil; Lacazette.

Pelatih: Unai Emery (Spanyol)

Load More