- Timnas Jerman dipastikan tetap ambil bagian di Piala Dunia 2026 meskipun ada seruan boikot dari beberapa kelompok suporter.
- Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) menegaskan boikot tidak dibahas dan persiapan menuju turnamen terus berjalan rutin.
- Keputusan akhir terkait partisipasi negara di Piala Dunia 2026 sepenuhnya berada di tangan FIFA, bukan pemerintah tuan rumah.
Suara.com - Timnas Jerman memastikan tetap ambil bagian di Piala Dunia 2026 meski sempat muncul seruan boikot menyusul kontroversi kebijakan Amerika Serikat di era Presiden Donald Trump.
Kepastian itu disampaikan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) setelah rapat Dewan Presiden yang membahas isu tersebut.
Sejumlah kelompok suporter dan tokoh sepak bola menyerukan boikot, bahkan ada desakan agar Amerika Serikat dicabut statusnya sebagai tuan rumah.
Presiden klub Bundesliga St. Pauli, Oke Gottlich, sempat menyatakan bahwa sudah waktunya mempertimbangkan dan mendiskusikan boikot Piala Dunia 2026.
Menanggapi hal tersebut, Presiden DFB Bernd Neuendorf menegaskan bahwa pernyataan Göttlich bersifat opini pribadi dan tidak mewakili sikap federasi. Dalam pernyataan resminya, DFB menyatakan boikot tidak masuk dalam agenda pembahasan saat ini.
“Dewan Presiden DFB sepakat bahwa diskusi terkait isu politik dan olahraga sebaiknya dilakukan secara internal, bukan di ruang publik,” bunyi pernyataan DFB.
Federasi menegaskan persiapan menuju Piala Dunia 2026 terus berjalan dengan komunikasi rutin bersama pemangku kepentingan di bidang politik, keamanan, bisnis, dan olahraga.
DFB juga menekankan keyakinannya terhadap kekuatan sepak bola sebagai alat pemersatu.
Jerman berkomitmen untuk berpartisipasi dalam turnamen yang adil dan terbuka, serta berharap para penggemar di seluruh dunia dapat menikmati pesta sepak bola yang aman dan damai, baik di stadion maupun fan zone.
Baca Juga: Bertarung di FIFA Series 2026, Indonesia Dipastikan Tak Bisa Dapatkan Poin Maksimal dari Lawannya
Selain isu boikot, muncul pula spekulasi bahwa Amerika Serikat bisa mengecualikan negara tertentu dari Piala Dunia 2026.
Namun, pakar industri olahraga Profesor Simon Chadwick menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan FIFA, bukan pemerintah tuan rumah.
Menurut Chadwick, pada tahun penyelenggaraan Piala Dunia, kendali operasional sepenuhnya beralih ke FIFA, mulai dari aspek keamanan, siaran, hingga kemitraan.
“Ini adalah keputusan FIFA, bukan keputusan pemerintah atau kelompok suporter,” ujarnya dilansir dari sportbible
Hingga kini, tidak ada indikasi FIFA akan mengecualikan negara mana pun dari Piala Dunia 2026.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Bertarung di FIFA Series 2026, Indonesia Dipastikan Tak Bisa Dapatkan Poin Maksimal dari Lawannya
-
Miliano Jonathans Bersinar Jelang Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
5 Pemain Spanyol Terbaik Jelang Piala Dunia 2026, Lamine Yamal di Puncak
-
Dulu Andalan, Jangan Harap 2 Pemain Keturunan Ini Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Bertabur Visual! Kenalan dengan 4 Cowok Idaman yang Rebutan Hati Roh Jeong Eui di Crushology 101
-
Prakiraan Cuaca Pekanbaru: Diguyur Hujan Ringan Hari Ini
-
Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat
-
Gus Yahya Klaim PBNU Tak Lagi Kejar Politik Elektoral, Kini Fokus Kawal Nilai
-
Meski Pendapatan Naik, Tapi Rugi WIKA Masih Rp1,48 Triliun
-
Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini di Level Rp17.754/USD
-
Prabowo Kembali ke Jombang, Hadiri Penutupan Muktamar NU ke-35
-
Buruan Antre, Harga Emas Antam Masih Dipatok Rp2,67 Juta/Gram
-
Begini Strategi Rebranding Emiten Bank BCIC
-
3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship