Suara.com - Tira-Persikabo akan menghadapi Barito Putera pada pekan ke-13 Liga 1 2019 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Jumat (9/8/2019). Ini ujian berikutnya untuk Tira-Persikabo agar bisa mempertahankan puncak klasemen.
Meski posisi di klasemen berbeda jauh, Tira-Persikabo tidak boleh meremehkan Barito Putera ketika bermain di kandang. Sejumlah tim besar berhasil mereka kalahkan ketika bermain di kandang, sebut saja Bali United dan Persib Bandung.
Pelatih Tira-Persikabo Rahmad Darmawan menyadari hal tersebut. Bahkan, mantan pelatih Persija Jakarta itu sudah bersyukur jika timnya bisa mencuri satu poin di markas Barito Putera.
"Nggak usah muluk-muluk dapat satu poin saja alhamdulillah lawan Barito main di sini (Stadion Demang Lehman). Saya harap bisa direalisasikan besok," kata RD sapaan akrab sang pelatih saat jumpa pers sehari jelang pertandingan.
"Kami menghadapi satu tim yang terus membaik penampilannya. Secara keseluruhan mereka dihuni oleh pemain yang punya kualitas bagus, ada Evan Dimas, ada Bayu Pradana, Rizky Pora, juga banyak pemain asing yang kulitasnya bagus," ia menambahkan.
Meski begitu, Ciro Alves dan kawan-kawan telah melakukan persiapan cukup matang. RD berharap apa yang sudah disiapkan bisa berjalan dengan baik di pertandingan besok.
"Tentu persiapan kami menghadapi mereka sudah kami lakukan dalam beberapa hari terakhir. Saya berharap semoga semua pemain dalam penampilan yang baik dan kondisi yang baik juga di pertandingan besok," ungkapnya.
Sementara itu, pemain Tira-Persikabo Rifad Marassabesy mengakui seluruh pemain Barito Putera sangatlah berbahaya. Namun begitu, ia siap untuk pertandingan besok.
"Kalau pemain Barito Putera semua bagus. Mungkin di setiap posisi harus kami waspadai," ujar Rifad.
Baca Juga: Tira-Persikabo Kembali Puncaki Klasemen Liga 1, RD: Kami Beruntung
"Dari harapan semua pemain dan pelatih yang penting kami sudah persiapan dan harus kerja keras agar dapat hasil yang baik besok. Insha Allah," pungkasnya.
Saat ini Tira-Persikabo masih berada di puncak klasemen dengan poin 26 dari 12 pertandingan. Sementara Barito Putera ada pada peringkat 14 dengan 12 poin dari 12 pertandingan.
Berita Terkait
-
Gagal Promosi, Teco Ajak Manajemen Evaluasi Barito Putera
-
Persipura Jayapura Kembali Catatkan Rekor Penonton Terbanyak
-
Persiapan Maksimal, Teco Optimis Barito Putera Raih Kemenangan di Laga Perdana Championship
-
Telan 4 Kekalahan, Sinyal Bahaya PSIM Yogyakarta Jelang Hadapi Super League
-
BRI Super League: Novan Setya Sasongko Ungkap Target dengan Madura United
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara