Suara.com - Gagal mendapatkan winger andalan Borussia Dortmund, Jadon Sancho pada bursa transfer musim panas 2019, Manchester United rupanya belum menyerah.
Man United disebut-sebut akan kembali melakukan manuver pada bursa transfer Januari 2020 mendatang.
Tak tanggung-tanggung, kubu The Red Devils dikabarkan siap mengajukan tawaran tak kurang dari 100 juta pounds (sekira Rp 1,7 triliun) pada pihak Dortmund untuk bisa mengamankan servis pemain internasional Inggris berusia 19 tahun itu.
Man United memang sempat sangat sangat santer dikaitkan dengan Sancho. Namun hingga bursa transfer musim panas 2019 Premier League ditutup beberapa waktu lalu, pemain jebolan Manchester City itu urung merapat ke Man United.
Sancho sendiri memang mencuri perhatian usai tampil impresif bersama Dortmund di musim 2018/2019 lalu, di mana ia mengemas 13 gol plus 19 assist di semua ajang.
Kabar yang beredar belakangan di Jerman menyebut jika kubu Dortmund siap memberikan kontrak anyar jangka panjang untuk Sancho. Kontrak yang berlaku sekarang sendiri hanya mengikat Sancho bersama Dortmund hingga musim panas 2022 mendatang.
Dalam kontrak anyar ini, Dortmund kabarnya menawarkan gaji yang cukup wah untuk Sancho, yakni 190.000 euro (hampir Rp 3 miliar) per pekan, nominal yang tentunya cukup fenomenal untuk bayaran seorang youngster.
Meski demikian, menurut kabar teranyar yang diturunkan The Sun, hal tersebut takkan menghalangi upaya Man United untuk bermanuver pada bursa transfer mendatang, sebagaimana 100 juta pounds sudah disiapkan.
Jika transfer ini benar terjadi, maka Sancho tentu akan memecahkan rekor transfer pembelian Man United. Saat ini, predikat pemain termahal Man United sepanjang sejarah masih dipegang Paul Pogba, setelah ia didatangkan dari Juventus dengan mahar 89 juta pounds pada musim panas 2016 lalu.
Baca Juga: Bos Dortmund Indikasikan Jadon Sancho ke Manchester United pada 2020
Sedangkan di tempat kedua ada Harry Maguire, bek tengah yang didatangkan dari Leicester City dengan banderol 80 juta pounds pada bursa transfer musim panas 2019 ini.
Berita Terkait
-
Melihat Desain Jersey Baru Manchester United untuk Musim 2026/2027, Yes or No?
-
Manchester United Bakal Punya Pelatih Permanen Sebelum Piala Dunia 2026
-
Manchester United Disebut Berencana Permanenkan Michael Carrick
-
Eks Bintang Real Madrid Ramal Arsenal Juara Liga Inggris dan Liga Champions
-
Michael Carrick Terancam Dibuang Manchester United Meski Sukses Amankan Tiket Liga Champions
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Daftar Pemain Muda Bergelar Pemain Terbaik di 5 Edisi Piala Dunia Terakhir
-
Gagal Promosi Super League, Deltras FC Justru Hattrick Raih Lisensi AFC
-
John Herdman Dapat Kabar Baik Jelang FIFA Matchday, Nathan Tjoe-A-On Bersinar di Willem II
-
Harry Kane Balas Dendam di Piala Dunia 2026, Kenang Gagal Penalti di Al Bayt
-
Sonny Stevens Beri Sinyal Ingin Pensiun Bersama Dewa United
-
Deltras FC Kembali Kantongi Lisensi AFC, 3 Musim Beruntun Penuhi Standar Profesional
-
Persik Kediri vs Persija: Marcos Reina Siap Beri Kado Kemenangan untuk Persikmania
-
Nyali Besar Timnas Yordania Tantang Argentina: Lionel Messi Bukanlah Sosok Menakutkan
-
Kejar Tayang Final Liga Champions, Jurrien Timber Jadi Harapan Arteta Atasi Krisis Bek
-
Bikin Heboh! Eks Kiper Timnas Belanda Beri Kode Pensiun di Indonesia, Apa Alasannya?