Suara.com - Pelatih timnas Indonesia U-19 Fakhri Husaini mengaku bakal mencoba mengobati kekecewaan masyarakat menyusul hasil minor yang didapatkan oleh timnas senior.
Sebagaimana diketahui, timnas senior Indonesia hancur lebur di empat pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Tim asuhan Simon McMenemy itu menelan empat kekalahan beruntun.
Pasukan Merah Putih kalah dari Malaysia 2-3, Thailand 0-3, Uni Emirat Arab 0-5, dan yang teranyar kalah dari Vietnam 1-3.
"Harusnya nasib Indonesia itu di tangan timnas senior karena seberapa banyak gelar yang kami dapatkan tidak akan menaikkan peringkat FIFA. Karena peringkat itu ditentukan oleh seberapa bagus prestasi timnas senior," kata Fakhri Husaini.
"Tapi apa pun itu kami akan menjalankan tugas yang dibebankan kepada kami. Kami juga mengatakan kepada pemain, masyarakat Indonesia juga merindukan kemenangan."
"Kami akan coba mewujudkan mimpi itu. Mohon kami didoakan," jelas pelatih yang juga pernah menukangi timnas Indonesia U-16 itu.
Timnas Indonesia U-19 dalam waktu dekat akan melakoni dua laga uji coba kontra China. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (17/10/2019) dan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (20/10/2019).
Dua laga uji coba merupakan bagian persiapan tim besutan Fakhri Husaini sebelum berlaga di kualifikasi Piala Asia U-19 2020 yang akan digelar November mendatang.
Di ajang kualifikasi tersebut, tim berjuluk Garuda Nusantara tergabung di Grup K. Di grup tersebut, timnas Indonesia akan berhadapan dengan Korea Utara, Hong Kong dan Timor Leste.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Hadapi China, Ini Harapan Fakhri Husaini
Berita Terkait
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat