Suara.com - Guardiola tampak murka saat gelandang City Kevin De Bruyne terjerembab di kotak penalti Palace setelah didorong oleh Wilfried Zaha dalam laga pekan kesembilan Liga Premier di Stadion Selhurst Park, London, Sabtu (19/10/2019).
Sang manajer pun langsung bersikeras menuntut hadiah penalti, namun tidak digubris oleh wasit karena layar raksasa VAR menunjukkan tidak ada pelanggaran yang dilakukan.
Menurut Guardiola, sistem video asisten wasit (VAR) telah banyak menuai kontroversi dalam Liga Inggris musim ini. Dengan sinis manajer asal Spanyol mengatakan bahwa pemainnya melakukan diving, namun VAR tidak mengganjar timnya dengan penalti saat melawan Crystal Palace.
Kekesalan serupa juga diperlihatkan oleh Manajer Watford Quique Sanchez Flores kala Watford main imbang 1-1 dengan Tottenham Hotspur pada laga kesembilan Liga Inggris, Sabtu (19/10/2019) lalu.
Drama pertama terjadi saat Gerard Deulofeu dijatuhkan oleh bek Spurs Jan Vertonghen di kotak penalti. Namun, wasit dan VAR tak menggubris untuk memberikan tendangan penalti.
Drama semakin menjadi saat Dele Alli melesakkan gol ke gawang Watford di empat menit jelang bubaran laga untuk menyamakan kedudukan. Lantas para pemain dan penggemar pun bersorak bahagia.
VAR pun mulai melakukan pratinjau. Namun, lucunya layar besar di stadion itu justru menunjukkan kata 'No Goal' selama beberapa detik dan kemudian berubah menjadi gol.
"Saya pikir VAR itu objektif, tapi sekarang saya merasa VAR adalah sistem yang subjektif," ujar Manajer Watford Quique Sanchez Flores, dilansir Antara dari AFP.
Keputusan Liga Premier yang mulai mengadopsi sistem VAR pada musim ini dianggap sama sekali tidak membantu wasit dalam sepak bola, hasil yang ditunjukkan VAR justru dinilai merugikan bagi sebagian klub. Secara mengejutkan pula, VAR belum pernah mengganjar penalti pada 89 pertandingan yang telah digelar musim ini.
Baca Juga: Liverpool Imbang Lawan MU, Henderson Tolak Salahkan VAR
Pada kesempatan yang lain, Manajer Liverpool Jurgen Klopp juga marah besar saat Mohamed Salah ditekel gelandang Leicester City Hamza Choudhury pada laga kedelapan Liga Inggris di Stadion Anfield, Sabtu, 5 Oktober 2019. '
Akibat tekel tersebut, Salah mengalami cedera di engkel kirinya dan dia pun tidak bisa melanjutkan pertandingan, bahkan terpaksa absen pada laga kontra Manchester United, Minggu (20/10/2019).
Sementara Hamza Choudhury hanya diganjar wasit dengan kartu kuning. Klopp sangat marah dengan perilaku "sembrononya" itu.
"Itu pelanggaran yang sungguh tak bisa dibenarkan. Bagaimana bisa dia melakukannya karena bola sudah lewat. Pemain itu berlari kuat untuk menjatuhkannya tanpa ada bola di sekitarnya. Itu berbahaya sekali," ujar Klopp saat The Reds menang 2-1 kontra Leicester City.
Manchester United diuntungkan
Keputusan wasit yang didukung VAR justru menguntungkan Manchester United saat menjamu tamu sekaligus musuh bebuyutannya Liverpool pada laga pekan kesembilan Liga Premier di Old Trafford, Minggu (20/10/2019).
Berita Terkait
-
Doyan Drama dan Provokatif, Rizky Ridho Kasih Peringatan buat Pemain Vietnam
-
Kok Aneh? Laga Vietnam vs Singapura Gunakan VAR tapi Wasit Tak Datang ke Stadion
-
Benarkah Argentina Diuntungkan VAR? Data Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan
-
Jurgen Klopp Semakin Dekat Latih Timnas Jerman, Ini Sederet Prestasinya
-
Hossam Hassan Ngamuk Mesir Dicurangi, Ada Skenario FIFA Untuk Messi?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan