Suara.com - PSS Sleman membuat sebuah inovasi baru untuk menambah kenyaman suporter yang hadir di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Mereka membuka wahana baru yang bernama 'Super Elja Zone' menjelang pertandingan PSS Sleman melawan Bali United, Rabu (6/11/2019).
Super Elja Zone berisi beberapa mini game. Semua suporter dibebaskan bermain tanpa dipungut biaya sepeser pun. Justru, setiap peserta game yang mampu meraih poin tertentu akan mendapat merchandise.
Tidak hanya area bermain, Super Elja Zone juga terdapat food court. Sehingga, suporter PSS Sleman atau pun tim tamu yang datang dari jauh dapat bersantai lebih dulu atau mengisi perut sebelum menyaksikan pertandingan.
"Pada pertandingan kali ini, kami launching adanya Super Elja Zone. Ini adalah area baru yang kami siapkan," kata Vice GM Marketing PT Putra Sleman Sembada (PSS), Tara Derifatoni.
"Kami ingin memberikan nuansa lain dari pertandingan. Selain menonton, kami juga ingin memberikan fasilitas dari para suporter untuk sarana hiburan," imbuhnya.
"Mereka bisa kuliner di sini, makan atau minum di sini, mereka bisa have fun lah. Ini Insya Allah kami akan konsisten. Untuk sementara kami coba buka tiga game dan area food court. Di sini, mereka free akses, tapi untuk area kulinernya baru bayar," tuturnya menutup.
Dari pantauan Suara.com, launching Super Elja Zone cukup menarik antusias suporter. Tidak hanya suporter PSS Sleman yang meramaikan, tetapi juga suporter Bali United yang kebetulan hadir untuk mendukung timnya bermain.
Berikut deretan potret suasana Super Elja Zone:
Baca Juga: Sudah Punya Kandidat Pelatih Timnas Indonesia, PSSI Minta Publik Sabar
Berita Terkait
-
Ulu Hati Robek Tiga Sentimeter, Brian Ferreira Akhiri Musim Lebih Cepat
-
Pelatih PSS Sleman: Bali United Kandidat Juara Liga 1 2019
-
Hasil Liga 1 2019: PSIS Semarang Permalukan PSS Sleman 3-0
-
Babak I PSIS Semarang VS PSS Sleman: Laskar Mahesa Jenar Unggul Dua Gol
-
Hadapi PSIS Semarang, Seto Targetkan PSS Sleman Curi Poin
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Demo 27 Agustus, Romli Atmasasmita Soroti Kesiapan Struktural dan Sistem Presisi Polri
-
Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pascakebakaran, Desa Adat Sade Dikebut Pulih Jelang Peak Season MotoGP
-
Purbaya Mau Anggaran MBG Dipangkas Lagi Tahun Ini Setelah Efisiensi Jadi Rp 229 T
-
Sebelum Tewas Dikeroyok, Penjual Cermin di Pejompongan Sempat Pingsan dan Dibawa ke RS Mintohardjo
-
Sering Berujung Represif, YLBHI Sebut Polisi Belum Paham Demo Adalah Hak Konstitusional
-
Bongkar Dalang Pembunuhan, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober
-
Gus Yusuf di Muktamar NU: Jangan Jegal Kader, Kembalikan Pemilihan ke AD/ART
-
Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang