Rully Fauzi | Adie Prasetyo Nugraha
Minggu, 10 November 2019 | 22:55 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini meluapkan kegembiraan usai pertandingan melawan Korea Utara dalam Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 Grup K di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (10/11/2019) malam. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A]

Suara.com - Sebagai pelatih kepala, Fakhri Husaini sukses mengantarkan Timnas Indonesia U-19 lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2020 di Uzbekistan.

Ini setelah Timnas Indonesia U-19 menjadi jawara Grup K di babak Kualifikasi Piala Asia U-19 2020. Pasukan Garuda Nusantara lolos ke putaran final setelah meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang di fase kualifikasi. 

Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia U-19 mengalahkan Timor Leste 3-1, Hong Kong (4-0), dan teranyar imbang dengan Korea Utara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (10/11/2019) malam WIB.

Timnas Indonesia U-19 menjuarai Grup K dengan mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan, unggul dari pesaing terdekat mereka, yakni Korea Utara yang ada di peringkat kedua dengan torehan lima poin.

Dengan berakhirnya Kualifikasi Piala Asia U-19 ini, selesai juga tugas Fakhri sebagai pelatih.

Fakhri pun juga telah mengucapkan salam perpisahan dalam jumpa pers bersama awak media pasca pertandingan melawan Korea Utara di SUGBK, Minggu (10/11/2019) malam.

Memang, Fakhri hanya dikontrak oleh PSSI hingga Kualifikasi Piala Asia ini. Setelah ini, juru taktik berusia 54 tahun itu akan kembali ke Bontang dan bekerja sebagai karyawan Pupuk Kaltim.

"Tugas saya (sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19) sudah selesai dengan berakhirnya kualifikasi ini," ucap Fakhri Husaini kepada awak media. 

Mantan pelatih PKT Bontang itu juga menyampaikan pesan kepada Bagus Kahfi dan kawan-kawan siapapun, bahwa siapapun pelatih Timnas Indonesia U-19 berikutnya nanti, para pemain harus tetap bekerja keras. 

Fakhri berharap agar skuat Garuda Nusantara bisa terus memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara. 

"Saya berpesan ke pemain, siapapun pelatih mereka nanti harus tampil jauh lebih hebat, tetap kerja keras. Lalu yang penting, selalu berikan kontribusi maksimum serta berikan rasa bangga untuk sepakbola Indonesia," kata Fakhri.

"Setelah ini saya akan kembali ke Bontang, sebagai karyawan Pupuk Kaltim. Saya juga harus tanggaung jawab atas tugas yang dibebankan perusahaan kepada saya," beber legenda hidup sepakbola Tanah Air tersebut.