Suara.com - Liverpool rupanya terlalu kuat bagi sang tamu, Manchester City dalam laga super big match pekan ke-12 Liga Inggris 2019/2020 di Anfield, Senin (11/11/2019) dini hari WIB.
Liverpool menghabisi Man City yang notabene merupakan juara bertahan kompetisi, dengan skor cukup telak 3-1.
Liverpool sendiri sudah unggul 2-0 saat laga berjalan belum sampai 15 menit. Gol cepat dicetak Fabinho pada menit keenam, yang digandakan Mohamed Salah pada menit ke-13.
Di awal babak kedua, Liverpool kian menjadi-jadi saat Sadio Mane masuk score sheet pada menit ke-51.
Sementara satu gol balasan Man City yang dibukukan Bernardo Silva pada menit ke-79 praktis tak lebih dari sekadar gol konsolasi untuk klub berjuluk The Citizens tersebut.
Statistik pertandingan menunjukkan Liverpool sejatinya kalah cukup jauh dari Man City dalam aspek penguasaan bola, yakni 44 persen berbanding 56 persen.
Untuk aspek percobaan tembakan, Man City juga sebenarnya unggul atas tuan rumah, yakni 18 berbanding 12.
Namun, ceritanya berbeda untuk urusan tembakan ke arah gawang lawan. Liverpool mencatatkan lima shots on target sepanjang pertandingan, dengan tiga yang berbuah gol.
Sementara Man City cuma melepaskan tiga tembakan tepat sasaran, dengan hanya satu yang berhasil menjadi gol.
Baca Juga: Fakhri Husaini: Sebuah Kebanggaan Timnas Indonesia U-19 Lolos ke Piala Asia
Dengan kemenangan impresif ini, Liverpool pun kukuh di puncak klasemen sementara Liga Inggris 2019/2020 dengan torehan 34 poin dari 12 laga yang telah dilakoni.
Liverpool unggul delapan poin dari Leicester City yang kini jadi pesaing terdekat mereka di peringkat kedua.
Sementara itu, Man City harus rela melorot ke posisi keempat dan kini terpaut sembilan poin dari Liverpool.
Jalannya Pertandingan
Man City berusaha menekan tuan rumah Liverpool sejak awal laga dan merasa berhak memperoleh tendangan penalti ketika bola mengenai tangan Trent Alexander-Arnold di kotak terlarang.
Ketika para pemain Man City sibuk memprotes, permainan masih hidup dan Liverpool malah membuka keunggulan pada menit keenam!
Sadio Mane melepaskan umpan tarik yang hanya bisa disapu keluar kotak penalti di mana Fabinho menanti dan menyelesaikannya dengan tembakan keras, yang tak memberi kesempatan kiper Man City, Claudio Bravo untuk menghalaunya.
Man City berusaha segera membalas dan memperoleh dua peluang beruntun lewat tendangan bebas, namun tandukan Raheem Sterling melenceng dari sasaran, sedangkan umpan berikutnya dari Kevin De Bruyne berlalu tanpa tersambut.
Di tengah ambisi Man City menyamakan kedudukan, Liverpool justru menggandakan keunggulan ketika umpan silang Andy Robertson yang sempat memantul di atas rumput berhasil ditanduk Salah ke dalam gawang Man City pada menit ke-13.
Kebobolan dua gol membuat Man City bernafsu membombardir pertahanan Liverpool. Meski demikian, mereka kesulitan menemukan ketajaman di lini depan.
Pekerjaan pertama kiper Liverpool, Alisson Becker baru muncul pada menit ke-25, kala Sergio Aguero melepaskan tembakan keras yang digagalkan penjaga gawang terbaik dunia versi FIFA itu.
Sebaliknya, Bravo melakukan dua penyelamatan gemilang saat menahan tembakan keras Roberto Firmino dan Salah.
Meski demikian, Man City tetap memasuki ruang ganti dalam keadaan tertinggal 0-2 saat half-time.
Man City berusaha mengambil kendali serangan saat memasuki babak kedua, namun sialnya gawang mereka justru kemasukan lagi pada menit ke-51.
Kali ini gol dicetak Mane setelah menyusup di area tiang jauh demi menanduk umpan silang Jordan Henderson.
Bola sundulan Mane sebetulnya sempat dihadang Bravo, namun lajunya terlalu keras sehingga tetap masuk ke dalam gawang.
Sejak itu, Liverpool cenderung menurunkan tempo permainan. Bahkan, pelatih Jurgen Klopp menarik keluar Henderson pada menit ke-61 untuk digantikan gelandang gaek eks Man City, James Milner demi mempertebal pertahanan.
Keputusan itu terhitung cukup efektif, namun membuat Man City lebih banyak menguasai bola hingga akhirnya Bernardo Silva bisa mencuri satu gol dari Anfield pada menit ke-78, menyusul mengendurnya lini pertahanan Liverpool.
Pada menit ke-82, Sterling yang merangsek dari sayap kiri melepaskan bola agar mengenai tangan Alexander-Arnold di kotak penalti Liverpool.
Namun demikian, wasit Michael Oliver bergeming dan hal itu memantik reaksi manajer Man CIty, Pep Guardiola yang mengacungkan dua jari ke hadapan ofisial di tepi lapangan.
Gestur itu bisa berarti dua kali penalti yang tak dihadiahkan kepada Man City ataupun kondisi timnya yang ketinggalan dua gol. Yang jelas, Guardiola pasti akan membicarakan dua insiden tersebut dalam jumpa pers pasca laganya.
Man City terus menggempur pertahanan Liverpool pada sisa waktu yang ada, dan Klopp mengantisipasinya dengan menambah pemain bertahan ketika memasukkan Joe Gomez menggantikan Salah pada menit ke-87.
Hal itu terbukti ampuh, sebab Liverpool sukses mempertahankan keunggulan 3-1 hingga laga rampung untuk memetik tiga poin krusial dalam perburuan gelar juara Liga Inggris 2019/2020.
Susunan Pemain
Liverpool XI: Alisson, Trent AA, Lovren, Van Dijk, Robertson, Henderson, Fabinho, Wijnaldum, Salah, Firmino, Mane.
Manchester CIty XI: Bravo, Walker, Stones, Fernandinho, Angelino, Rodrigo, Gundogan, De Bruyne, Bernardo, Sterling, Aguero.
Berita Terkait
-
Stadion Etihad Ganti Nama Jelang Manchester City vs Brentford, Kenapa?
-
Eksodus Bintang Anfield: Owen Sebut Liverpool Butuh 'Operasi' Besar usai Ditinggal Mohamed Salah
-
Ruang Ganti Manchester United Makin Solid, Amad Diallo Dukung Carrick Permanen
-
Amad Diallo Klaim Skuad Manchester United Ingin Michael Carrick Bertahan
-
Agen Erling Haaland Sebut Manchester City Klub Tersulit untuk Negosiasi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Timnas Indonesia U-17 Bisa Segel Tiket ke Piala Dunia, Ini Hitung-hitungannya
-
Stadion Etihad Ganti Nama Jelang Manchester City vs Brentford, Kenapa?
-
Profil Timnas Swiss: Red Devils Bisa Jadi Mimpi Buruk di Piala Dunia 2026
-
Persib Tak Pernah Kalah dari Persija Selama 3 Tahun, Bojan Hodak Pede Menang di Samarinda
-
Jeremy Doku Bakal Tunjukkan Taring Generasi Baru Timnas Belgia Saat Hadapi Grup G Piala Dunia 2026
-
Laga Pembuka Piala Dunia 2026 AS vs Paraguay Masih Banyak Kursi Kosong, Minat Beli?
-
Duel Senior vs Junior: Luis Enrique Kirim Pesan Khusus ke Mikel Arteta Jelang Final Liga Champions
-
Jelang Piala Dunia 2026, Zion Suzuki Ingin Kembali ke Timnas Jepang Tapi...
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Bikin Kantong Jebol, Gianni Infantino: Wajarlah Ini Amerika!
-
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Bojan Hodak Bawa Kabar Baik Soal Marc klok dan Eliano