Suara.com - Bek Juventus, Matthijs de Ligt meraih penghargaan Kopa Trophy 2019 sebagai pemain terbaik di bawah usia 21 tahun. Sementara kiper Liverpool Alisson Becker memboyong Yachine Trophy.
De Ligt diumumkan sebagai peraih Kopa Trophy 2019 bersamaan dengan penganugerahan Ballon d'Or 2019 dalam acara seremoni yang digelar di Chatelet Theatre, Paris, Selasa (3/12/2019) dini hari WIB.
Ia mengalahkan Jadon Sancho dan Joao Felix. De Ligt tampil apik sepanjang 2019 dengan membawa Ajax juara Eredivisie 2018/2019 dan Piala KNVB 2018/2019, serta melaju ke semifinal Liga Champions.
De Ligt juga merupakan andalan timnas Belanda. Ia ikut membawa timnas Belanda ke final UEFA Nations League namun harus puas finis sebagai runner-up.
Kini, De Ligt merupakan pemain Juventus setelah direkrut oleh klub Italia itu pada musim panas 2019. Sejauh ini, bek berusia 20 tahun itu sudah tampil 15 kali di semua kompetisi bersama Bianconeri.
Alisson Becker mendapat pengakuan lagi atas performa hebatnya sepanjang 2019. Kiper Liverpool itu dinobatkan sebagai yang terbaik dalam Yachine Trophy.
Sementara dalam acara seremoni tersebut juga kiper Liverpool Alisson Becker meraih penghargaan Yachine Trophy (trofi Lev Yashin), Ini adalah pertama kalinya penghargaan tersebut diberikan.
Alisson didapuk sebagai yang terbaik usai prestasi gemilangnya selama musim 2018/2019. Ia sukses membawa Liverpool juara Liga Champions dan runner-up Premier League dengan rekor 97 poin serta kebobolan 22 gol.
Bersama timnas Brasil, Alisson juga sukses memenangi Copa America 2019. Bahkan sepanjang turnamen itu, Alisson cuma kebobolan satu gol di final menghadapi Peru.
Baca Juga: Lionel Messi Raih Ballon d'Or Keenam Kalinya
Berita Terkait
-
Liverpool Vs PSG di Liga Champions, Alisson Becker Dikonfirmasi Masih Absen
-
Juventus Optimis Bisa Gaet Alisson Becker dari Liverpool
-
Setelah Mo Salah dan Robertson, Giliran Alisson Becker Berpotensi Angkat Kaki dari Liverpool
-
Cedera Tak Kunjung Sembuh, Musim Ini Telah Berakhir Buat Matthijs de Ligt?
-
Badai Cedera Manchester United: Perkembangan Pemulihan Matthijs de Ligt Berjalan Lambat
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan