Syaiful Rachman
Selasa, 10 Desember 2019 | 18:27 WIB
Sejumlah suporter Indonesia mulai masuk dan memadati Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (10/12) (ANTARA/ A Malik Ibrahim)

Suara.com - Sejumlah suporter Indonesia yang datang dari berbagai wilayah di Tanah Air mulai memadati Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (10/12/2019).

Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk mendukung timnas U-22 berlaga di final sepak bola SEA Games 2019 melawan Vietnam, yang akan dimulai pukul 20.00 waktu setempat atau pukul 19.00 WIB.

Ditemui di Manila, Selasa (10/12/2019), Adit Brilian dari Bintaro, Jakarta, mengatakan dirinya bersama 15 teman sudah memesan tiket final jauh-jauh hari, dan sengaja berniat datang untuk mendukung tim asuhan Indra Sjafri.

"Kami harap timnas U-22 bisa menunjukkan penampilan terbaik, dan prediksi saya 1-0 untuk Indonesia, serta pulang membawa emas," kata Adit yang tergabung dalam Ultras Garuda tersebut.

Berbeda dengan Adit Brilian, Hari Pandiono yang datang dari Malang, Jawa Timur, dan tergabung dalam suporter Aremania dan La Grande itu memprediksi skor timnas U22 melawan Vietnam adalah 2-2. Menurutnya Indonesia akan memenangi laga di perpanjangan waktu.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (keenam kiri) berfoto bersama para pemain dan ofisial Timnas U-22 Indonesia usai mengalahkan Timnas Laos dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion City of Imus Grandstand, Filipina, Kamis (5/12/2019). Timnas U-22 Indonesia berhasil melaju semifinal setelah mengalahkan Laos 4-0. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

"Kami semua ingin Indonesia pulang membawa emas, sebab sudah lama berada di Manila sehingga perlu dituntaskan dengan raihan emas," kata Hari kepada Antara.

Pertandingan final SEA Games 2019 mempertemukan timnas U22 Indonesia dengan Vietnam berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa, mulai pukul 20.00 setempat atau 19.00 WIB.

Pertemuan kedua negara di final merupakan yang pertama sepanjang sejarah.

Sejak menjadi juara pada 1991, timnas Indonesia sudah tiga kali melangkah ke final pada SEA Games 1997, 2001, dan 2013. Namun, selalu gagal meraih medali emas