Bola / Bola Indonesia
Senin, 02 Maret 2026 | 06:34 WIB
Maarten Paes mengakui kariernya berkembang berkat bela Timnas Indonesia. (Instagram/maartenpaes)
Baca 10 detik
  • Maarten Paes, setelah resmi menjadi WNI tahun 2024, menjadi pilar penting Timnas Indonesia dengan sepuluh penampilan.
  • Pengalaman bersama Skuad Garuda mengasah mentalitas Paes menghadapi tantangan fisik jadwal perjalanan ekstrem dan perbedaan waktu.
  • Bermain di bawah tekanan ekspektasi publik Indonesia mengajarkan Paes untuk lebih tenang dan rasional dalam menjaga gawang.

Suara.com - Di tengah lompatan besar dalam kariernya dari MLS ke raksasa Belanda Ajax Amsterdam, Maarten Paes secara terbuka mengakui bahwa pengalamannya membela Skuad Garuda menjadi salah satu faktor kunci yang membentuknya menjadi pemain yang lebih baik.

Sejak resmi menjadi WNI pada tahun 2024, Maarten Paes memang langsung menjadi pilar tak tergantikan di bawah mistar gawang.

Ia telah mengoleksi 10 caps dan menjadi sosok vital selama perjuangan timnas di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Menurutnya tempaan bersama tim Merah Putih tidak hanya mengasah kemampuannya secara teknis, tetapi juga mentalitasnya.

Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah soal manajemen fisik dan waktu akibat jadwal perjalanan yang ekstrem.

"Saya rasa saya sudah siap secara pribadi. Saya menjadi jauh lebih tenang. Pengalaman di Indonesia juga melibatkan banyak perjalanan,” kata Paes dikutip dari ESPN NL.

“Penerbangan 24 jam dan dua hari kemudian bermain, lalu dua hari kemudian bermain lagi dan kemudian penerbangan 24 jam lagi," sambung eks kiper FC Dallas itu.

Ditambah dengan tekanan luar biasa dari ekspektasi ratusan juta pendukung, semua itu menjadi pelajaran berharga yang membentuknya.

"Dengan perbedaan waktu 12 jam yang konstan. Ada tekanan luar biasa dengan 300 juta orang yang menonton. Anda belajar banyak dari pengalaman seperti itu," tukas Paes.

Baca Juga: Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit

Lebih dari sekadar soal teknis, pengalaman bersama Timnas Indonesia juga mendewasakan dirinya.

Ia belajar untuk lebih tenang, rasional, dan jujur pada gaya permainannya sendiri.

"Pelajaran terbesar adalah saya harus tetap jujur pada diri sendiri sebisa mungkin. Dulu saya lebih terlibat secara emosional, tetapi sekarang saya dapat melihat semuanya lebih rasional," tutur Paes.

"Jadilah diri sendiri dan bermain secara intuitif, karena saat itulah Anda berada dalam kondisi terbaik," pungkasnya.

Load More