- Maarten Paes, setelah resmi menjadi WNI tahun 2024, menjadi pilar penting Timnas Indonesia dengan sepuluh penampilan.
- Pengalaman bersama Skuad Garuda mengasah mentalitas Paes menghadapi tantangan fisik jadwal perjalanan ekstrem dan perbedaan waktu.
- Bermain di bawah tekanan ekspektasi publik Indonesia mengajarkan Paes untuk lebih tenang dan rasional dalam menjaga gawang.
Suara.com - Di tengah lompatan besar dalam kariernya dari MLS ke raksasa Belanda Ajax Amsterdam, Maarten Paes secara terbuka mengakui bahwa pengalamannya membela Skuad Garuda menjadi salah satu faktor kunci yang membentuknya menjadi pemain yang lebih baik.
Sejak resmi menjadi WNI pada tahun 2024, Maarten Paes memang langsung menjadi pilar tak tergantikan di bawah mistar gawang.
Ia telah mengoleksi 10 caps dan menjadi sosok vital selama perjuangan timnas di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Menurutnya tempaan bersama tim Merah Putih tidak hanya mengasah kemampuannya secara teknis, tetapi juga mentalitasnya.
Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah soal manajemen fisik dan waktu akibat jadwal perjalanan yang ekstrem.
"Saya rasa saya sudah siap secara pribadi. Saya menjadi jauh lebih tenang. Pengalaman di Indonesia juga melibatkan banyak perjalanan,” kata Paes dikutip dari ESPN NL.
“Penerbangan 24 jam dan dua hari kemudian bermain, lalu dua hari kemudian bermain lagi dan kemudian penerbangan 24 jam lagi," sambung eks kiper FC Dallas itu.
Ditambah dengan tekanan luar biasa dari ekspektasi ratusan juta pendukung, semua itu menjadi pelajaran berharga yang membentuknya.
"Dengan perbedaan waktu 12 jam yang konstan. Ada tekanan luar biasa dengan 300 juta orang yang menonton. Anda belajar banyak dari pengalaman seperti itu," tukas Paes.
Baca Juga: Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
Lebih dari sekadar soal teknis, pengalaman bersama Timnas Indonesia juga mendewasakan dirinya.
Ia belajar untuk lebih tenang, rasional, dan jujur pada gaya permainannya sendiri.
"Pelajaran terbesar adalah saya harus tetap jujur pada diri sendiri sebisa mungkin. Dulu saya lebih terlibat secara emosional, tetapi sekarang saya dapat melihat semuanya lebih rasional," tutur Paes.
"Jadilah diri sendiri dan bermain secara intuitif, karena saat itulah Anda berada dalam kondisi terbaik," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Nyaris Blunder, Maarten Paes Sukses Tebus Kesalahan dan Catat Nirbobol Perdana di Ajax
-
Maarten Paes Kembali Tampil bersama Ajax Amsterdam, Cetak 'Clean Sheet' Perdana
-
Dipanggil PSSI! 3 Wonderkid Persib Gabung TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Gunakan Format Kompetisi, Indonesia Bakal Bertemu Bulgaria di FIFA Series?
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Kalahkan Brasil, Timnas Indonesia Lolos Final Piala Dunia Mini Soccer 2026
-
Piala Dunia 2026 Makin Canggih! Drone Penyelamat Siaga di Setiap Stadion
-
Dia yang Minta! Mikel Arteta Beberkan Alasan Gabriel Jadi Eksekutor Terakhir Arsenal
-
Arsenal Kalah di Final UCL, Martin Keown Desak Arteta Belanja di Posisi Ini
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Didesak Tendang Pemain Ini
-
Liverpool Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat Pengganti
-
Arsenal Kalah Adu Penalti dari PSG, Declan Rice: Ini Seperti Seperti Lotere
-
Model OnlyFans Janjikan Malam Panas untuk Kiper PSG, Istri Langsung Pasang Badan
-
PSG Back to Back Juara, Luis Enrique: Lawan Arsenal Jauh Lebih Melelahkan!