Suara.com - Pelatih Lalenok United Yance Matmey mengaku timnya banyak belajar dari pertandingan melawan PSM Makassar di babak playoff Piala AFC 2020. Karena ini pengalaman pertama Lalenok United berlaga di kejuaraan internasional.
Lalenok merupakan tim yang baru terbentuk pada tahun 2017. Di musim pertamanya, Yance mampu membawa Lalenok juara kompetisi kasta ketiga di Timor Leste dan promosi ke tingkat kedua.
Pada musim 2018, juru taktik asal Maluku itu sukses mengantarkan Lalenok menjadi runner up di kasta kedua liga Timor Leste dan promosi ke level tertinggi. Di kompetisi utama, Yance mampu menjadi juara di musim 2019 sehingga mendapat satu tiket di babak play off Piala AFC 2020.
Sayang, perjalanan Lalenok hanya sampai babak tersebut. Pasalnya, mereka dikalahkan oleh wakil Indonesia, PSM Makassar dengan agregat 7-2.
Yance mengaku tidak terlalu kecewa dengan kekalahan tersebut karena menurutnya pemain sudah bermain maksimal. Baginya yang terpenting adalah seluruh pemain bisa belajar bermain di level internasional.
"Kami sudah bermain maksimal untuk raih kemenangan melawan PSM. Kami harus banyak belajar, kami sendiri sudah maksimal tak bisa manfaatkan kelebihan pemain dan tentu, PSM lebih baik dari kita," kata Yance dalam jumpa pers usai pertandingan di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Rabu (29/1/2020).
"Di sini diketahui, jam tebang pemain di level internasional kurang. Tentu kami belajar bagaimana bermain bola. Biarkan anak-anak bawa sesuatu ke Timor Leste," ucapnya.
Lebih lanjut, pelatih yang pernah bersama dengan PSS Sleman pada medio 2010 itu bangga dengan perjuangan anak asuhannya. Apalagi, Lalenok sukses menjebol gawang PSM.
"Tim ini baru berdiri selama tiga tahun lalu. Tentu saya bangga karena tim ini bisa cetak gol," ucapnya.
Baca Juga: Dua Pemain PSM Makassar Diganjar Kartu Merah, Hodak Kritik Wasit
Akan tetapi, Yance mengungkapkan sedikit kekecewaannya. Ini berkaitan dengan uji coba yang seharusnya dilakukan sehari jelang pertandingan.
"Masalah lapangan ini sangat krusial untuk mencoba lapangan. Uji coba lapangan Sangat dibutuhkan, sangat perlu mencoba lapangan. Ini kami masukan saja ya, lain kali apapun yang terjadi di lapangan tetap harus dicoba," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tomas Trucha Bongkar Penyebab PSM Makassar Sulit Menang Meski Kuasai Kotak Penalti Persebaya
-
Bernardo Tavares Fokus Benahi Bola Mati Jelang Persebaya Hadapi PSM Makassar
-
Rekan Lionel Messi Akhirnya Debut! Girang Sentuh Rumput JIS Bareng Persija Jakarta
-
Susah Payah Kalahkan PSM, Mauricio Souza Was-was Rumput JIS Bisa Bikin Persija Ketiban Sial
-
VAR Mati, Thomas Trucha Nilai PSM Makassar Tak Pantas Kalah dari Persija
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Gol Kevin Diks di Menit Berdarah Bawa Borussia Monchengladbach Bungkam Union Berlin
-
Timnas China Gantikan Posisi Iran di Piala Dunia 2026?
-
FIFA Siapkan Skenario Pengganti Tercepat Jika Timnas Iran Absen di Piala Dunia 2026
-
Presenter Sepakbola Richard Keys Mendadak Berhenti Siaran Saat AS Membombardir Iran
-
Prediksi Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Usai Serangan Amerika Serikat
-
Rudal Israel Hantam Iran, Nasib Tragis Eks Barcelona Terjebak di Pesawat Saat Teheran Membara
-
Piala Dunia 2026 Terancam Perang Iran-AS? FIFA Mulai Pantau Ketat Keamanan Tim di Amerika Serikat
-
Piala Dunia 2026 Terancam, FIFA Respons Serangan AS-Israel ke Iran
-
Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Penyelamatan Krusialnya Jadi Kunci, Lille Pamerkan Aksi Heroik Calvin Verdonk