Suara.com - Hati pemain bertahan Atalanta Rafael Toloi kini tengah menjerit. Bukan karena cedera yang saat ini masih membekapnya, akan tetapi karena kondisi Kota Bergamo, Italia, yang semakin memprihatinkan.
Menurut pemain 29 tahun itu, kehidupan di Bergamo, yang merupakan kota kelahiran klub Atalanta, semakin sulit dari hari ke hari. Penyebaran virus corona-COVID-19 tak juga mereda dan korban berjatuhan setiap hari.
Aktivitas warga pun, menurutnya, berhenti total. Warga tidak bisa melakukan apapun kecuali berdiam diri di rumah. Bergamo yang biasanya selalu ramai pun kini berubah 360 derajat menjadi kota hantu.
"Hidup kami sangat sulit di sini. Banyak sekali kasus virus corona di Lombardia dan Bergamo yang mengakibatkan semua aktivitas terhenti," kata Toloi.
"Atalanta, sebagai sebuah tim, berhenti total. Latihan dibatalkan dan semua pemain sendiri di Zingonia," sambung pemain asal Brasil itu.
"Saya berdiam diri di rumah bersama keluarga agar tidak terjangkit virus corona."
"Sepak bola saat ini tidak penting, yang harus dipikirkan adalah virus (corona) ini. Bergamo bagaikan kota hantu, tidak ada seorang pun."
Melihat kondisi kota yang semakin memprihatinkan, Toloi berharap wabah COVID-19 ini segera berakhir. Selain itu, ia juga berharap warga Italia tetap mendukung pemerintah dan juga berdoa bagi para dokter dan tenaga medis yang kini mengisi garda terdepan dalam memerangi virus corona.
"Kita harus ikuti instruksi pemerintah dengan berdiam di rumah. Kita juga harus mendoakan kesehatan para dokter dan perawat, karena mereka yang berjuang untuk menolong kita," ujar Toloi.
Baca Juga: Positif Corona, Paulo Dybala Ternyata Selamatkan Romelu Lukaku
"Mereka adalah pahlawan sebenarnya. Mereka tidak pernah bisa menjauh dari virus tersebut dan berdiam diri di rumah, karena mereka menanggung risiko tertular ketika menolong pasien-pasien COVID-19," pungkasnya dikutip Football Italia.
Italia tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah korban meninggal terbanyak akibat pandemi COVID-19. Dilansir AFP, Senin (23/3/2020), jumlah korban tewas akibat corona di Italia bertambah 651 orang.
Dengan demikian, total jumlah korban tewas akibat virus corona di Italia saat ini mencapai 5.476 orang.
Sementara itu, korban terinfeksi Corona di negara itupun terus bertambah. Saat ini total warga yang terjangkit COVID-19 menjadi 59.138 orang.
Tag
Berita Terkait
-
Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Krisis Baru Guncang Sepak Bola Italia
-
Preview Semifinal VNL Putri 2026: 4 Tim Terbaik Berebut Tiket Final
-
Gratis Tapi Mahal, Mengapa RI Nekat Terima Hibah Kapal Induk Tua Italia?
-
Cabut dari Persib, Federico Barba Langsung Diminati Klub Serie A Italia
-
Singkirkan Belanda Tanpa Ampun, Italia Tantang Brasil di Semifinal VNL Putri 2026
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Bara yang Dikira Padam Berujung Petaka, Gudang Arang di Bondowoso Hangus Terbakar
-
Prajurit TNI dan Pegawai Kemenhan 'Full Senyum', Prabowo Resmi Naikkan Tunjangan Kinerja
-
Berkat KUR BRI, Bisnis Usaha Gula Merah Rosidah Kini Berkembang Pesat
-
Pamong Praja Muda XXXIII IPDN Akan Disebar ke Seluruh Indonesia, Mendagri: Calon Pemimpin Masa Depan
-
Elegan! Ini 7 Rekomendasi Merk Handuk yang Cocok Jadi Souvenir dan Hampers
-
Usai Aksi Warga, Wali Kota Solo Perintahkan Pemeriksaan SCMPP dan Dampak Lingkungan Putri Cempo
-
Piala Presiden 2026: Shin Tae-yong Senyum Lebar, Persija Imbangi Port FC Usai Tertinggal Dua Gol
-
Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam
-
Waktu untuk Tidak Menikah dan Alasan yang Menyertainya
-
Maling Rp1,2 Miliar di Kalideres Tertangkap, Hasil Kejahatan Tinggal Rp200 Juta