Suara.com - Badan sepak bola dunia FIFA bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ikut dalam perang melawan pandemi virus corona atau Covid-19.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyerukan kerja tim untuk mengatasi krisis ini. Ia menegaskan, "FIFA menggandeng WHO karena kesehatan itu yang utama."
Infantino bergabung bersama Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah konferensi media, Senin (23/3/2020), guna meluncurkan kampanye video "mengumpan pesan untuk menendang virus corona".
"Kita perlu kerja tim untuk memerangi virus corona," kata Infantino seperti dilansir Antara dari Reuters, Selasa (24/3/2020).
Ia menyerukan komunitas sepak bola di seluruh dunia untuk bergabung bersamanya mendukung kampanye ini demi menyampaikan pesan yang lebih jauh lagi.
Infantino mengatakan bahwa sejumlah pemain terhebat yang sudah memainkan sepak bola indah, melibatkan diri dalam kampanye ini dan bersatu dalam hasrat mereka mengumpan pesan guna menendang COVID-19.
Dua puluh delapan pemain, termasuk penyerang Argentina Lionel Messi, kiper Italia Gianluigi Buffon dan penjaga gawang Brasil Alisson Becker mendukung prakarsa yang ditujukan untuk memperkuat lima panduan WHO dalam menghentikan penyebaran virus corona.
Mereka semua tampil dalam klip-klip video yang menyampaikan pengingat untuk jangan melupakan cuci tangan, etika bersin, menjaga jarak, sentuh wajah, dan apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala.
"Virus ini masalah global dan menunjukkan dua hal kepada kita semua. Pertama, betapa rentannya kita dan kedua betapa mengglobalnya dunia. Situasi-situasi luar biasa membutuhkan langkah-langkah luar biasa dan masalah-masalah global membutuhkan solusi-solusi global," kata Infantino.
Baca Juga: Bandel Tetap Gelar Latihan, Skuat Wolfsburg Terapkan Social Distancing
Ia melanjutkan, "Kita harus kuat dan mengikuti panduan WHO dan pemerintah kita. Setelah itu, kita harus membangun kembali hubungan kita dengan mungkin, dan harapannya, solidaritas lebih dan kesalingpengertian di antara kita. Sepak bola siap memainkan bagiannya untuk hal itu."
Berita Terkait
-
Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO
-
UEFA Tolak FIFA Jual Saham Piala Dunia, PSSI Dukung Penuh: Indonesia Butuh Duit
-
UEFA Ancam Boikot FIFA, 55 Negara Eropa Siap Mundur dari Semua Turnamen
-
FIFA vs UEFA: Infantino Dituduh 'Suap' Rp598 M ke 211 Federasi, Termasuk PSSI?
-
Informasi Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026: Jadwal, Tuan Rumah, Peserta, dan Regulasi
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
JETOUR Berikan Garansi Mesin Tanpa Batas Kilometer di GIIAS 2026
-
Toyota Pamerkan Land Cruiser Hybrid dan GAZOO Racing Terbaru di GIIAS 2026
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten