Suara.com - Manajer pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong mengaku sulit menangani tiga level tim nasional sekaligus. Oleh karena itu, ia lebih condong fokus bersama timnas Indonesia U-19 yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 2021.
Shin Tae-yong memang dikontrak oleh PSSI untuk menangani tiga tim nasional yaitu senior, U-23, dan U-19. Hanya timnas Indonesia U-16 saja yang tidak dilatih oleh juru racik asal Korea Selatan itu.
Pelatih berusia 49 tahun tersebut fokus bersama timnas Indonesia U-19 karena di level senior hampir tidak ada peluang setelah hancur lebur di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Adapun timnas U-23 tidak memiliki agenda di tahun ini.
Sementara timnas Indonesia U-19 akan berlaga di Piala Asia U-19 2020 yang sekaligus merupakan ajang kualifikasi Piala Dunia U-20 2021 pada Oktober mendatang di Uzbekistan. Meski pun Indonesia sudah dipastikan lolos ke Piala Dunia U-20 tahun depan karena berstatus sebagai tuan rumah.
"Awalnya saya kira tidak terlalu sulit (menangani tiga level tim nasional). Tapi ternyata lebih sulit ketika sudah mengumpulkan pemain. Untuk mengembangkan sepakbola Indonesia dalam jangka waktu panjang akan lebih mudah membentuk dari pemain muda," kata Shin Tae-yong dikutip dari media Korea Selatan, KBS, Selasa (2/6/2020).
"Tim senior sudah pasti sulit lolos ke babak berikutnya karena menelan kekalahan di lima pertandingan (Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia). Sementara timnas U-23 tidak memiliki agenda tahun ini," jelasnya.
"Yang paling penting adalah Piala Dunia U-20. Itu digelar di Indonesia tahun depan, sehingga jadi prioritas," tambah mantan pelatih timnas Korea Selatan tersebut.
Shin Tae-yong saat ini sedang memimpin latihan virtual timnas Indonesia U-19. Sebanyak 44 pemain ikut serta dalam latihan yang sudah dimulai sejak 14 Mei 2020 lalu.
Baca Juga: Kenalin Suzy Cortez, Model Seksi yang Punya Tato Wajah Messi di Perutnya
Berita Terkait
-
Negara Ranking 181 Ini Diminta Gantikan India Lawan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Bakal Ditinggal Orang Dekat: Saya Mencintai Dia
-
Perjuangan Marselino Ferdinan Dimulai, Operasi Lutut Langkah Pertama Comeback ke Timnas Indonesia
-
Pernah Jalani Ibadah Haji, Witan Sulaeman Pamer Tato Macan, Rizky Ridho: Aman untuk Sholat
-
Cuma Bisa Geleng-geleng "Disiksa STY", Gelandang Persija Jakarta Pasrah Demi Juara
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?