Bola / Bola Indonesia
Selasa, 21 April 2026 | 18:17 WIB
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza bicara tentang rencana laga melawan PSIM Yogyakarta. (persija.id)
Baca 10 detik
  • Persija Jakarta menargetkan kemenangan melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Selasa, 22 April 2026.
  • Pelatih Mauricio Souza terkendala persiapan terbatas akibat perubahan lokasi pertandingan dan perlu memperbaiki efektivitas penyelesaian akhir timnya.
  • Persija optimis meraih hasil positif berbekal tren kemenangan beruntun dan keunggulan statistik pada pertemuan sebelumnya melawan PSIM.

Suara.com - Persija Jakarta datang dengan misi jelas saat menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (22/4/2026) pukul 15.30 WIB. Tiga poin menjadi target utama Macan Kemayoran demi menjaga tren positif mereka.

Performa Persija memang sedang menanjak. Mereka baru saja mencatat kemenangan meyakinkan 3-0 atas Persebaya, lalu melanjutkannya dengan hasil positif 1-0 kontra PSBS.

Rangkaian hasil ini membuat kepercayaan diri tim semakin meningkat jelang duel penting tersebut.

Tak hanya itu, catatan pertemuan sebelumnya juga berpihak pada Persija. Saat bentrok di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Persija mampu menaklukkan PSIM dengan skor 2-0. Modal tersebut semakin memperkuat optimisme tim ibu kota.

Meski begitu, pelatih Mauricio Souza menegaskan bahwa persiapan timnya tidak berjalan ideal karena waktu yang terbatas, terutama setelah perubahan lokasi pertandingan.

“Persiapan untuk pertandingan ini cukup terbatas karena jeda dari laga sebelumnya ke pertandingan di Bali tidak terlalu panjang," kata Mauricio Souza, pelatih Persija, dalam konferensi pers jelang laga.

"Kami juga tidak memperhitungkan perjalanan jauh ke Bali karena awalnya kami mengira akan bermain di Jogja. Namun, waktu yang ada tetap kami manfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan persiapan. Kami termotivasi dan memahami betapa pentingnya pertandingan besok bagi kami,” jelasnya.

Souza juga membeberkan evaluasi dari pertandingan sebelumnya, terutama soal penyelesaian akhir yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi timnya.

“Terkait evaluasi pertandingan sebelumnya, kami sudah membahasnya bersama tim. Dalam 15–20 menit awal, kami tampil dengan intensitas yang baik dan berusaha mencari cara untuk mencetak gol, tetapi belum berhasil," ia menambahkan.

Baca Juga: Alasan Duel PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta Dipindahkan ke Bali

"Kami cukup sering mengangkat bola ke dalam kotak penalti, namun tidak mampu mengonversinya menjadi gol. Di area dekat gawang, kami masih kurang kreativitas, baik melalui aksi individu maupun kombinasi satu-dua untuk menembus ke dalam kotak penalti,” sambungnya.

Di sisi lain, Souza menegaskan bahwa kekuatan lawan tidak hanya bertumpu pada satu individu. Ia menilai pendekatan kolektif menjadi kunci untuk meraih kemenangan.

“Saya tidak menilai hanya satu pemain dari tim lawan. Sepak bola memang melibatkan individu, tetapi kami selalu menekankan aspek kolektif. Di dalam tim PSM ada beberapa pemain bagus, namun saya tidak bisa menyoroti hanya satu atau dua pemain saja,” pungkasnya.

Load More