Suara.com - PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi tengah bekerja menyusun jadwal setelah PSSI memutuskan Liga 1 2020 bakal kembali dilanjutkan, setelah tertangguhkan sejak Maret lalu imbas pandemi COVID-19 di Tanah Air.
Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno menyatakan Liga 1 2020 mungkin restart pada awal Oktober mendatang.
Sudjarno menyebut, saat ini pihaknya masih menunggu regulasi lengkap dari PSSI soal kompetisi yang kembali dilanjutkan ini.
Sudjarno sendiri meyakini jika awal Oktober memang waktu yang cocok untuk Liga 1 2020 kembali digulirkan.
"Lebih condong ke awal Oktober kira-kira untuk mempersiapkannya, karena klub harus mempersiapkan diri, memanggil pemain segala macam. Ya, paling tidak memang butuh waktu dua bulan," ucap Sudjarno.
"Kalau untuk Liga 1 ini rencananya kita akan melanjutkan pekan yang sudah berjalan," ia menambahkan.
Lebih lanjut, Sudjarno juga memprediksi bahwa musim 2020 kompetisi top-flight Indonesia baru bisa rampung tahun depan, tepatnya pada bulan Februari 2021. Tentu dengan konsekuensi musim berikutnya juga bakal lintas tahun.
"Iya lintas tahun. Nanti konsekuensinya untuk kompetisi berikutnya, ya jadi seperti Liga 1 2021/2022, bukan Liga 1 2021. Selesainya musim ini Februari, sekitar lima bulan berjalan," paparnya.
Sementara untuk regulasi, Sudjarno menyebut PSSI yang membuatnya. Adapun PT LIB sendiri sudah menerangkan kepada PSSI bahwa mereka siap kembali menjalankan kompetisi yang terhenti akibat pandemi.
Baca Juga: Lakoni Comeback di Villa Park, Lampard Puji Karakter dan Kualitas Chelsea
"Nanti ada surat keputusan pasti tentang kelanjutan, di situ pasti ada karena kemarin baru rilis. Terkait juga dengan bagaimana pemain, kemudian gaji pemain. Di sini kesiapan PT LIB untuk jalankan kompetisi itu sesuai keputusan PSSI," celoteh Sudjarno.
"Nah, opsi-opsi sudah kita sampaikan. Terkait dengan formatnya, kita menyesuaikan dengan situasi yang sekarang ini. Memang seperti yang disampaikan oleh PSSI itu, kami ada dua opsi; dimulai pertengahan September dan awal Oktober. Tapi kelihatan lebih condong ke Oktober, awal Oktober kemungkinan," pungkas Sudjarno.
Berita Terkait
-
Debut John Herdman di Timnas Indonesia, GBK Diprediksi Membara
-
Siapa Andrej Kostolansky? Pelatih Kiper Timnas Indonesia yang Bakal Dampingi John Herdman
-
Tetapkan Skuat Final, Ini 3 Titik Kelemahan Pasukan Garuda di FIFA Series 2026 Era John Herdman
-
PSSI Akui Sedang Naturalisasi Pemain Keturunan, Siapa Dia?
-
Ordal PSSI Ungkap Alasan John Herdman Panggil 41 Pemain Timnas Indonesia
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
Terkini
-
Gagal di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Bernafsu Bawa Suriname ke Piala Dunia 2026
-
Kata-kata Haru Mohamed Salah Usai Resmi Tinggalkan Liverpool Akhir Musim
-
Bojan Hodak Sebut Pemain Persib dalam Mood Bagus Setelah Libur
-
Kembali Beralih Setelah Libur, Dokter Tim Persib Beberkan Kondisi Pemain
-
Status WNI Nathan Tjoe-A-On Digugat, KNVB Janji Lakukan Investigasi Serius
-
Jurgen Klopp: Real Madrid Mau Saya? Telepon Dulu, Kita Bicara Baik-baik
-
Masih Banyak Pemain Timnas Indonesia Belum Gabung TC, Respons John Herdman Jadi Sorotan
-
Polemik Kewarganegaraan Dean James dan Nathan Tjoe-A-On Makin Rumit, Bos Eredivisie Buka Suara
-
Boikot Donald Trump dan Piala Dunia 2026 di Belanda Tembus 170 Ribu Tanda Tangan
-
Status Nathan Tjoe-A-On Digugat, Willem II: Kami Tunggu Keputusan Resmi KNVB