Suara.com - Pelatih Persela Lamongan, Nil Maizar mengaku tak akan terburu-buru dalam mengumpulkan skuatnya, dan memilih menunggu hingga ada teknis atau aturan perihal kelanjutan Liga 1 2020 dari PSSI ataupun PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi.
"Saya sudah diskusi sama manajemen dan sudah bicara. Sudah saya sampaikan beberapa program, intinya manajemen oke," ucap Nil seperti dilansir dari Antara.
"Tapi kita tunggu regulasi dari PSSI ataupun dari PT LIB seperti apa. Baik aturan liga maupun regulasi lainnya tentang pemain muda (U-20). Persela tak akan buru-buru mengumpulkan pemain untuk melakukan latihan secara kolektif (berkelompok)," sambung pelatih berusia setengah abad itu.
Nil mengatakan, draft aturan liga di tengah pandemi COVID-19 sangat penting untuk menentukan program yang akan diterapkan oleh Tim Laskar Joko Tingkir --julukan Persela.
Maka dari itu, ia menantikan teknis mulai dari kepastian tanggal kick-off restart-nya Liga 1 2020, protokol kesehatan, hingga regulasi yang akan diterapkan nantinya.
"Tanggalnya kita tunggu dari PSSI dan kesepakatan kita dengan manajemen. Oktober (2020) dimulai (liga kembali berjalan), paling lambat Agustus kita sudah mulai masuk (berlatih)," tutur Nil.
"Persela sih Insya Allah siap jika Liga 1 kembali dimulai di bulan Oktober. Manajemen, pelatih dan para pemain siap untuk menghadapi lanjutan Liga 1," celotehnya.
Seperti diketahui, PSSI memang telah memutuskan Liga 1 2020 restart pada bulan Oktober nanti, setelah tertangguhkan sejak Maret lalu imbas pandemi COVID-19 di Tanah Air.
Baca Juga: Jadwal Liga Spanyol Pekan ke-33, Barcelona vs Atletico Madrid Siap Tersaji
Berita Terkait
-
Suporter Rusuh Lagi! Sanksi Komdis PSSI Tak Efektif, Sampai Kapan Sepak Bola Indonesia Begini?
-
Kendal Tornado FC Menggila di Laga Pamungkas, Stefan Keeljes Puji Performa Pemain
-
Gelandang Asal Brasil Ini Mendadak Galau Bersama Kendal Tornado FC, Ini Penyebabnya
-
Bima Sakti: Saya Tidak Pikir Panjang Terima Ini
-
Kembali Melatih, Bima Sakti Resmi Jadi Nakhoda Baru Persela Lamongan
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti