Suara.com - CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, menyebut proses perbaikan Stadion Citarum, Semarang yang akan digunakan oleh timnya sebagai markas di lanjutan Liga 1 2020 sudah mencapai 50 persen.
Yoyok menargetkan proses renovasi stadion tersebut bisa selesai pada September nanti, sehingga bisa dipakai ketika Liga 1 2020 restart pada 1 Oktober mendatang.
Pada Sabtu (25/7/2020) lalu, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi sendiri telah melakukan pengecekan stadion yang menggunakan rumput sintesis itu.
Ada beberapa catatan dari PT LIB agar stadion berkapasitas 5/000 penonton itu bisa digunakan oleh PSIS.
Di antaranya harus tersedia fasilitas pendukung protokol kesehatan seperti ruangan khusus, serta penerangan yang memadai sesuai ketentuan.
"Stadion Citarum masih proses, udah sekitar 50 persen lah. Nanti September semua (perbaikan) kelar, doakan ya biar lancar," kata Yoyok Sukawi saat dihubungi awak media via WhatsApp.
Yoyok pun menegaskan jika penggunaan Stadion Citarum untuk timnya ini adalah proyek jangka panjang, tidak hanya untuk lanjutan Liga 1 2020. Oleh karena itu, perbaikan maksimal dilakukan oleh pihaknya.
"Iya kan memang kandang kita harusnya di Citarum mulai awal musim 2020 ini. Kita memang jangka panjang dan selalu bangun infrastruktur," jelasnya.
Penggunaan stadion dengan rumput sintetis di Liga 1 2020 sendiri terbilang baru. PSIS menjadi tim pertama yang melakukannya.
Baca Juga: Bali United Siap Kembali Latihan, Teco Bakal Geber Fisik Pemain
Berita Terkait
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
PSS Sleman Resmi Promosi ke Super League Usai Hancurkan PSIS Semarang 3-0
-
Resmi Berpisah dengan PSIM Yogyakarta, Rafinha: Perasaan Saya Campur Aduk
-
Exco PSSI Kairul Anwar Maju Pemilihan Ketua Asprov PSSI Jateng, Duel vs Yoyok Sukawi?
-
Siapa Datu Nova Fatmawati? Bos Baru PSIS Semarang, Istri Bos Persela Lamongan
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026