Suara.com - Legenda sepak bola Jerman dan Bayern Munich, Gerd Muller, yang pada 3 November ini genap berusia 75 tahun, kini tengah terbujur kaku di ranjang sebuah panti jompo menjelang akhir hidupnya, kata sang istri Uschi Muller.
"Dia selalu menjadi seorang pejuang, selalu berani sepanjang hidupnya. Sekarang pun tetap demikian. Gerd sedang tidur menjelang ajalnya," kata Uschi Muller dalam sebuah wawancara dengan harian Jerman Bild, yang diterbitkan pada malam ulang tahunnya yang ke-75.
Menurut Uschi, Gerd Muller "tidur menjelang ajal" karena menderita penyakit Alzheimer yang menyebabkan sang legenda mengalami penurunan daya ingat.
Uschi menceritakan tentang hari-hari tua Muller yang dihabiskan bersama penyakit Alzheimer yang sudah lama diderita pesepak bola peraih Ballon d'Or tahun 1970 ini.
Akibat penyakit yang menggerogotinya itu, Muller kini sudah tak mampu berkomunikasi lagi dengan orang sekitarnya.
"Dia hampir sepanjang hari hanya berada di tempat tidur. Terkadang juga terjaga."
"Sangat indah ketika dia membuka matanya. Terkadang dia bisa menunjukkan ya atau tidak dengan menggerakkan bulu matanya. Dia tenang dan damai, saya pikir dia tidak menderita, dia pergi perlahan ke alam baka saat dia tidur," kata Uschi yang setiap hari mengunjungi suaminya di panti jompo.
Uschi berkata, dia akan mencoba untuk berbicara dengannya "dengan kata-kata yang lambat dan jelas" dan menonton TV bersamanya pada hari ulang tahunnya.
Dijuluki "Bomber negara", Muller mencetak 365 gol dalam 427 pertandingan Bundesliga. Dia masih memegang rekor gol dalam satu musim dengan 40 gol. Dia juga mencetak 68 gol dalam 62 pertandingan bersama Jerman Barat, memenangkan Kejuaraan Eropa pada tahun 1972 dan Piala Dunia pada tahun 1974.
Baca Juga: Legenda Argentina Diego Maradona Dilarikan ke Rumah Sakit, COVID-19?
Bahkan, pelatih kepala Bayern Munich, Hansi Flick menyebut bahwa bomber legendaris Timnas Jerman, Gerd Muller, adalah striker terbaik di sepanjang sejarah sepakbola, di atas Pele atau pun Diego Maradona.
"Di masa kecil saya, dia adalah striker paling hebat, karena dia mencetak gol dengan kualitas yang sudah tidak tersedia lagi saat ini. Mungkin hanya Lewandowski satu-satunya yang masih memiliki sebagian (kehebatan skill Muller),” kafa Hansi Flick seperti dalam sebuah wawancara dengan AZ.
Dalam rentang karir sepakbolanya, Gerd Muller mencetak 515 gol hanya dalam 576 pertandingan di semua kompetisi bersama Bayern Munich.
Hanya Pele (Santos, 643 gol) dan Lionel Messi (Barcelona, 636 gol) yang mencetak lebih banyak gol untuk satu klub dalam karir mereka.
Muller pun masih berstatus sebagai pemegang rekor pencetak gol terbanyak di Bundesliga dalam satu musim, saat ia berhasil mencetak 40 gol pada musim 1971/72.
Ia juga menyumbang 68 gol hanya dalam 62 pertandingan bersama Timnas Jerman (Barat), termasuk satu gol di final Piala Dunia 1974 melawan Belanda.
Berita Terkait
-
Hasil Bundesliga: Diwarnai Drama 6 Gol, Frankfurt versus Dortmund Berakhir Kecewa
-
Bintang Muda Bayern Munich Terang-terangan Ingin Gabung Real Madrid
-
Harry Kane Akui Sulit Belajar Bahasa Jerman, Sampai Ikuti Les Dua Kali Seminggu
-
Bintang Muda Bayern Munich Semringah Disamakan dengan Lionel Messi
-
Lothar Matthaus: Jamal Musiala dan Wirtz Kunci Kebangkitan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
Terkini
-
Muka Masam Sir Alex Ferguson Usai Manchester United Ulangi Rekor Buruk 44 Tahun Lalu
-
Kronologis Amukan Antonio Conte, Tendang Botol Minum, Teriak-teriak hingga Semprot Wasit
-
Ditolak Tunisia, Patrick Kluivert Tak Laku Usai Dipecat dari Timnas Indonesia
-
Statistik Miris Gyokeres Tertutup dengan Kehebatan Arsenal, The Gunners Kena Prank Rp1,44 T
-
Panggung Perdana John Herdman: Pimpin Timnas Indonesia Lawan Raksasa Eropa
-
Viral Gol Haram Tercipta di Laga Liga 2, Exco PSSI Janji Akan Evaluasi Wasit
-
Persembahkan 4 Gelar, Ini Kata-kata Hansi Flick Usai Bawa Barcelona Hajar Real Madrid di Final
-
John Herdman Kurang Fit, Kelelahan?
-
Alessandro Bastoni Bongkar Kesalahan Inter Usai Ditahan Napoli: Kami Seharusnya Bisa Menang!
-
Scott McTominay Puji Mental Baja Napoli, Sindir Inter Milan Usai Hasil Imbang