Suara.com - Big match Liga Premier Inggris pekan kedelapan akan tersaji di Etihad Stadium. Minggu (8/11/2020), Manchester City akan menjamu juara bertahan Liverpool.
Sebagaimana diketahui, di dua musim terakhir, kedua tim bersaing ketat di kompetisi domestik. Hingga akhirnya Manchester City yang merupakan penguasa di musim 2017/18 dan 2018/19, harus menyerahkan mahkota Liga Premier kepada Liverpool di musim 2019/20.
Di kesempatan pertama musim ini, kedua tim akan berhadapan dengan modal kepercayaan diri tinggi dan mentalitas juara usai meraih hasil positif di sejumlah laga terakhir mereka, baik di Liga Premier maupun Liga Champions.
City baru meraih tiga kemenangan beruntun, dan tak terkalahkan dalam delapan laga terakhirnya di semua kompetisi dengan mencatatkan enam kemenangan dan dua kali imbang.
Begitu pula dengan Liverpool di mana pasukan Jurgen Klopp sukses meraup kemenangan di lima pertandingan terakhirnya.
Kemenangan besar juga diraih City dan Liverpool tengah pekan ini di fase grup Liga Champions. City menghajar wakil Yunani Olympiakos dengan tiga gol tanpa balas di Etihad Stadium.
Sedangkan Liverpool mengamuk di Bergamo, Italia. Mohamed Salah dan kawan-kawan membantai tuan rumah Atalanta dengan skor telak 5-0.
Mohamed Salah dan Sadio Mane menyumbang dua dari lima gol kemenangan Liverpool tersebut. Sedangkan tiga gol The Reds lainnya ke gawang La Dea diborong oleh Diogo Jota.
Kemenangan meyakinkan melawan Atalanta, yang merupakan tim tersubur di Serie A dan Liga Champions musim ini, menjadi modal berharga bagi sang juara bertahan untuk meladeni pesaing terberatnya itu.
Baca Juga: Everton Vs Man United, Penyesalan Setan Merah Buang Peluang Gaet James
Tidak ketinggalan andalan baru Klopp, Diogo Jota yang tengah 'on fire'. Pemain anyar yang patut diwaspadai manajer City Josep Guardiola dalam meramu strategi jelang lawatan The Reds.
Tercatat, Jota telah mengemas enam gol di empat laga terakhirnya bersama The Reds. Kehadiran pemain asal Portugal itu seakan mengubah gaya permainan lini depan Liverpool.
Di mana kehadiran Roberto Firmino nyaris terlupakan. Sementara Sadio Mane dan Mohamed Salah seakan hanya memainkan peran sebagai beking.
Berbeda dengan Liverpool, Guardiola harus mampu menempatkan pemain tepat di posisi ujung tombak menyusul peran Sergio Aguero yang masih diragukan.
Guardiola memang memiliki banyak pilihan di lini depan, akan tetapi menghadapi tim seperti Liverpool, peluang City untuk memenangi pertandingan menjadi semakin besar jika memiliki pemain seperti Aguero di lini terdepan.
Jika Aguero masih menepi, trio Raheem Sterling, Gabriel jesus dan Ferran Torres kemungkinan akan mengisi posisi terdepan formasi 4-3-3 ala Guardiola.
Berita Terkait
-
Kata Legenda Manchester City, Penampilan Arsenal Mengkhawatirkan Usai Hajar Chelsea
-
Pep Guardiola Murka, Fans Ejek Jeda Buka Puasa di Premier League
-
Arne Slot Puas Liverpool Hajar West Ham, tapi Bukan Performa Terbaik Musim Ini
-
Hugo Ekitike: Sejujurnya, Saya Bisa Cetak Lebih Banyak Gol
-
Masih Ingat Djibril Cisse? Anaknya Kini Jadi Kapten Liverpool U-18 dan Beda Kewarganegaraan
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
PSIM Yogyakarta Kehilangan Ze Valente Lawan Semen Padang, Van Gastel Putar Otak
-
Selamat Tinggal Timnas Indonesia, Hanya 2 Negara Ini yang Berpotensi Gantikan Iran
-
Aksi Dingin Kevin Diks Eksekusi Penalti Akhiri Tren Buruk Gladbach di Bundesliga
-
Harry Kane Pecahkan Rekor 94 Tahun usai Kemenangan Bayern Munich atas Dortmund, Apa Itu?
-
24 Jam Menegangkan! Cerita Eks Barcelona Berpacu dengan Waktu Tinggalkan Iran
-
Media Israel Ikut 'Panaskan' Timnas Iran Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Ajax Ditahan PEC, Pundit Belanda Kritik Habis-habisan Maarten Paes dan Jordi Cruyff
-
Prediksi Daftar Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret John Herdman di FIFA Series 2026
-
Ekspresi Malu Cristiano Ronaldo Usai Rekor Buruk Lima Tahun Kembali Terulang
-
Statistik Melejit 3 Kali Lipat, Ezra Walian Disebut Layak Comeback ke Timnas Indonesia