- Mantan bek tim nasional Yunani, Marios Oikonomou, meninggal dunia pada 1 Juni 2026 akibat kecelakaan skuter di Ioannina.
- Korban mengalami cedera kepala parah usai bertabrakan dengan mobil saat berkendara di kota kelahirannya pada 23 Mei 2026.
- Kepergian mendiang menyisakan duka bagi rekan setimnya di Eropa, yaitu pemain Indonesia Kevin Diks dan Emil Audero Mulyadi.
Suara.com - Mantan pemain bertahan tim nasional Yunani, Marios Oikonomou dilaporkan meninggal dunia pada Senin (1/6/2026) pagi waktu setempat setelah mengalami kecelakaan maut.
Kepergian sosok kelahiran Ioannina, 6 Oktober 1992 ini menyisakan kesedihan mendalam, terlebih bagi dua pilar utama Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Emil Audero Mulyadi yang pernah meniti karier bersama mendiang di benua Eropa.
Tragedi memilukan tersebut bermula saat Oikonomou sedang mengendarai skuter di sekitar jalanan kota kelahirannya pada Sabtu (23/5/2026).
Ia mengalami tabrakan keras setelah menghantam sebuah mobil yang tengah berusaha memutar balik, yang dikemudikan oleh seorang pengendara berusia 63 tahun.
Benturan hebat tersebut mengakibatkan Oikonomou menderita cedera parah pada bagian kepala, hingga harus dilarikan ke rumah sakit guna menjalani operasi otak kritis yang berlangsung selama berjam-jam.
Setelah dirawat secara intensif di ruang ICU University Hospital of Ioannina selama beberapa hari, nyawa pria berusia 33 tahun tersebut akhirnya tidak tertolong tepat sembilan hari pasca kecelakaan.
Sepanjang perjalanan karier profesionalnya di lapangan hijau, Marios Oikonomou dikenal sebagai bek tangguh yang menghabiskan banyak waktunya merantau di Serie A Italia bersama Cagliari, Bologna, SPAL, Bari, hingga Sampdoria.
Menariknya, rekam jejak karier tersebut mempertemukannya dengan dua pemain diaspora andalan Indonesia.
Hubungan persahabatannya dengan Kevin Diks terjalin terlebih dahulu ketika keduanya sama-sama memperkuat raksasa Denmark, FC Copenhagen pada periode 2021-2022.
Baca Juga: Tampil Gemilang, Emil Audero Sabet Predikat Raja Saves Serie A Musim Ini
Berdasarkan data dari Transfermarkt, Diks dan Oikonomou tercatat pernah bermain bersama di lapangan dalam enam laga kompetitif, serta sukses bahu-membahu mempersembahkan gelar juara Liga Denmark bagi klub berjuluk The Lions tersebut.
Setahun setelah merengkuh kesuksesan di Denmark, Oikonomou memutuskan untuk kembali ke Italia memperkuat Sampdoria pada tahun 2023.
Di sanalah ia bertemu dan berbagi ruang ganti dengan penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi yang saat itu tengah menjalani musim terakhirnya bersama klub berjuluk Il Samp.
Walaupun kebersamaan mereka tergolong singkat dan belum sempat tampil bersama di menit bermain resmi, keduanya tercatat sama-sama menghiasi daftar pemain cadangan Sampdoria dalam tiga pertandingan Serie A.
Kabar berpulangnya Oikonomou pun langsung direspons dengan duka mendalam oleh Emil Audero.
Melalui fitur Instagram story di akun pribadinya, kiper kelahiran Mataram tersebut menyampaikan belasungkawa dengan mengunggah ulang postingan resmi Sampdoria yang bertuliskan 'Selamat tinggal Marios', lengkap dengan tambahan emoji tangan bertangkup sebagai simbol dukacita mendalam.
Berita Terkait
-
Kevin Diks Dapat Tugas Khusus dari John Herdman Jelang FIFA Matchday Juni
-
Jadwal Bentrok dengan Pramusim Monchengladbach, Kevin Diks Bakal Absen di Piala AFF 2026
-
Raja Menit Bermain: 3 Penggawa Timnas Indonesia dengan Jam Terbang Tertinggi di Eropa
-
Jelang Gabung Timnas Indonesia, Dua Penjaga Gawang Senasib Alami Degradasi
-
Skenario Tanpa Jay Idzes: 3 Nama Bisa Gantikan Sang Kapten di Lini Belakang Timnas Indonesia
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung
-
Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah
-
Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi
-
KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor
-
Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya
-
11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel
-
MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia
-
Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?