Suara.com - Deputi Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Raden Isnanta, mengakui bahwa Indonesia masih kalah dari Malaysia soal pembinaan sepak bola berjenjang.
Raden Isnanta dalam webinar yang dipantau dari Jakarta, Selasa (15/12/2020) mengatakan proses pembinaan di Malaysia terukur dan sudah dimulai dari tingkatan usia U-13 hingga U-18. Sementara Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Indonesia dimulai sejak usia 16-18 tahun.
"Kita ingin kembangkan diklat-diklat di 34 provinsi, yang sudah ada baru diklat umur SMA, ini yang namanya berjenjang belum jalan, harusnya minimal usia 13 tahun. Malaysia udah nyontek kita saat punya PPLP Ragunan, Sekarang Malaysia punya PPLP usia 13, 14, 15, 16, 17, dan 18 tahun," kata Raden Isnanta.
Menurut Raden Isnanta, dengan dimilikinya diklat di berbagai usia maka Malaysia menjadi salah satu negara yang siap berkompetisi. Di samping itu, federasi Malaysia sudah memiliki turnamen di berbagai tingkatan usia yang berjalan secara teratur.
Sementara di Indonesia, kata dia, meski memiliki SSB di akar rumput atau yang dikelola masyarakat, tetapi tak semuanya bisa terurus dengan baik. Lantas bagaimana dengan akademi? Tak semua klub Liga Indonesia memilikinya.
"Kenapa kok enggak melakukan seperti Malaysia atau Thailand? Ongkos, kita belum punya budget," kata dia.
Maka ke depan, Kemenpora menargetkan untuk membangun PPLP yang tersebar di seluruh penjuru negeri, tentunya dengan kolaborasi dengan kementerian lain. Tujuannya, PPLP bisa menyentuh bakat-bakat di daerah sebab potensinya merata.
"Witan itu dari Palu. Dulu ada coach (Rahma) Darmawan dari Lampung. Putu Gede, Bali. Aples dari Papua. Ada dari Jawa Tengah, Kurniawan. Egy dari Medan. Indonesia itu unggul semua kalau sepak bola," katanya.
Pun demikian dengan kompetisi. Salah satu agar pemain muda bisa berkembang yakni adanya kompetisi yang terukur dan berkelanjutan. Kompetisi usia muda jarang yang dilakukan secara berjenjang. Kalaupun ada banyak melibatkan pihak swasta namun tidak menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-16 TC di Yogyakarta, Ketum PSSI: Tingkatkan Mental!
"Kemudian kompetisi sekarang sudah ada Danone dengan usia 12, kemudian usia di atasnya ada Topskor, Kompas Gramedia, tapi cakupannya belum begitu luas," kata dia.
Agar proses pembinaan tak terputus, Kemenpora telah menggelar Piala Menpora mulai U-14, U-16, dan U-17. Piala Berjenjang Kemenpora ini bukan sebagai pesaing dari kompetisi yang sudah dijalankan PSSI.
Namun sebagai wadah bagi sekolah sepak bola (SSB), hingga sekolah formal yang memiliki tim dari seluruh wilayah Indonesia agar memiliki kompetisi yang kompetitif sejak usia dini.
"Usia-usia gitu kan rata-rata 35-50 tanding dalam setahun. ini standar FIFA, kalau kita belum memenuhi itu berarti belum memenuhi standar. Inpres juga mengamanatkan itu supaya jumlah kompetisinya memenuhi standar FIFA sesuai kelompok umur tentunya," kata dia.
Berita Terkait
-
Sambut Piala Dunia U-20 2021, Kemenpora dan PSSI Gelar Kompetisi Juggling
-
Demi Piala Dunia, Menpora Kirim Surat ke FIFA Soal Vaksin Covid-19
-
BOPI dan BSANK Dibubarkan, Kemenpora Sesuaikan Struktur Organisasi
-
Teken MoU Dana Pelatnas Tiga Cabor, Kemenpora Gelontorkan Rp 2,39 Miliar
-
Kursus Kepelatihan PSSI: Menpora Harap Muncul Pelatih Selevel Shin Tae-yong
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Costacurta Bongkar Penyebab Rafael Leao Ngamuk: Bukan Allegri, Tapi Pulisic
-
3 Bintang Timnas Indonesia yang Punya Kans Main di Liga Champions Musim Depan
-
Rating Pemain Bintang Timnas Indonesia di EropaTadi Malam, Joey Pelupessy Tertinggi
-
Bojan Hodak Ungkap Kunci Persib Bandung Matikan Mariano Peralta dan Juan Villa
-
Menang Telak, Joan Laporta Kembali Terpilih sebagai Presiden Barcelona
-
Penolakan Demiane Agustien Bela Timnas Indonesia, Kelak Bakal seperti Emil Audero?
-
FFI Umumkan Daftar 19 Pemain untuk Persiapan Piala AFF Futsal 2026
-
Nyaris Pensiun 3 Kali, Gelandang Bali United Blak-blakan Temukan Surga Karier di Indonesia
-
Eugen Polanski Janji Tak Otak-atik Formasi, Kevin Diks Terus Jadi Kapten Gladbach?
-
Fred Grim Kehilangan Pekerjaan di Ajax, Eks Pelatih Lionel Messi Serang Maarten Paes