Suara.com - Timnas Indonesia U-16 telah merampungkan training camp (TC) atau pemusatan latihan bulan ini, Selasa (22/12/2020). TC ditutup lewat internal game di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.
Internal game yang berkesudahan dengan skor 1-1 ini adalah yang ketiga kalinya digelar Timnas Indonesia U-16 sepanjang pemusatan latihan.
Meski cukup puas melihat perkembangan pemain dalam internal game kali ini, pelatih Bima Sakti menilai beberapa pemainnya masih punya kekurangan yang harus segera dibenahi.
Bima Sakti memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada sebagian pemain khususnya untuk meningkatkan massa otot yang dia nilai masih belum sesuai dengan level yang diinginkan.
“Evaluasi mungkin nanti ada beberapa pemain yang akan kita berikan pekerjaan rumah berupa latihan khusus, terutama masalah kekuatan massa otot mereka," kata Bima Sakti dalam rilis PSSI.
"Karena dari hasil tes kemarin ada beberapa pemain yang memang harus ada pembenahan di bagian otot paha, kemudian di betis, biar mereka bisa lebih baik lagi di TC berikutnya," jelas Bima Sakti.
Rencananya, Timnas Indonesia U-16 akan kembali berkumpul untuk TC pada Januari mendatang. Memang, setiap bulannya armada Bima Sakti ini selalu menggelar pemusatan latihan.
Timnas Indonesia U-16 sedang disiapkan untuk menghadapi Piala Asia U-16 pada 2021. Garuda Asia --julukan Timnas U-16-- berada di Grup D bersama Jepang, Arab Saudi, dan China.
Baca Juga: Komentar PSSI Soal Pemain di Luar Negeri Belum Gabung TC Timnas Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Lulus S2 di Semarang, WN Afghanistan Malah Dideportasi Gara-Gara Bikin Restoran
-
Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa
-
Cari Bibit Unggul, Ratu Tisha Puji Festival Sepak Bola Rakyat di 5 Kota
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp488,49 Miliar, ISAT dan ANTM Banyak Dijual
-
Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes
-
Lahir di Tengah Cuaca Panas Ekstrem, Bayi Gajah Sumatera di Padang Sugihan Dapat Perawatan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini
-
Ulasan Novel Halaman Terakhir, Ketika Kekuasaan Dapat Membungkam Keadilan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan