Suara.com - Chelsea baru saja mengalami hasil imbang 1-1 melawan Aston Villa di boxing day Liga Inggris pada Selasa (29/12/2020). Hasil itu membuat Frank Lampard menjadi pelatih terburuk Chelsea di era kepemilikan Roman Abramovich.
Roman Abramovich telah mengakuisisi Chelsea sejak 2003 silam. Di era kepemilikan pria asal Rusia tersebut, Chelsea sudah melakukan banyak pergantian pelatih dari Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, Antonio Conte, hingga Maurizio Sarri.
Saat ini, Chelsea dinahkodai pelatih yang juga pernah membela panji The Blues, yaitu Frank Lampard. Namun, di bawah asuhan Lampard Chelsea masih belum tampil konsisten.
Bahkan statistik terbaru menunjukkan bahwa Lampard adalah pelatih terburuk Chelsea di era Abramovich. Hal itu diketahui dari statistik yang dibagikan oleh The Sun lewat media sosial Instagramnya.
Dalam catatan statistik tersebut, nama Abraham Grant menjadi pelatih yang ada di daftar teratas. Sebab, dia memiliki rata-rata 2,32 poin per game (PPG).
Di bawah Grant, ada sosok tenar Jose Mourinho yang punya PPG sebesar 2,19. Menariknya, Mourinho jadi pelatih yang punya banyak pertandingan bersama Chelsea, yaitu 212 laga dengan presentase kemenangan 66 persen.
Antonio Conte yang dipecat The Blues masih memiliki statistik lumayan dan berada di bawah Mourinho. Dengan total 76 pertandingan, Conte memiliki presentase kemenangan 67 persen dan 2,14 PPG.
Nah dalam catatan statistik tersebut, ternyata nama Lampard berada di daftar paling bawah. Bahkan dia masih kalah dengan Andre Villa-Boas.
Lampard tercatat hanya mempunya PPG sebesar 1,70 saja. Lampard yang sudah memimpin Chelsea sebaganyak 54 laga hanya meraih presentase 50 kemenangan.
Baca Juga: Terkait Laga Uji Coba, Barcelona Masih Belum Respons Timnas Indonesia U-19
Kendati demikian, Lampard sendiri masih bisa memperbaiki catatan tersebut karena dia masih dipercaya untuk memegang Chelsea. Namun, catatan itu juga bisa jauh lebih buruk jika Lampard tidak bisa memanfaatkan skuat mahalnya.
Sementara itu, Chelsea di musim ini masih tertahan di peringkat ke-6 klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi 26 poin dari 16 pertandingan yang sudah dilakoni.
Tag
Berita Terkait
-
Cedera, Mourinho Pastikan Gareth Bale Absen Beberapa Pekan
-
Dedikasi Edouard Mendy, Hajar Teman Sendiri Demi Jaga Gawang Chelsea
-
Deretan Fakta Menarik Usai Chelsea Ditahan Imbang Aston Villa 1-1
-
7 Fakta Menarik Usai Chelsea Ditahan Imbang Aston Villa
-
Cuma Menang Sekali dalam Lima Laga, Chelsea Rindu Hakim Ziyech
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Bojan Hodak Bangga Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026, Puji Frans Putros
-
Rincian Fantastis Hadiah Piala Dunia 2026: Sang Juara Bawa Pulang Hampir Rp1 Triliun!
-
Daftar Resmi 48 Tim Peserta Piala Dunia 2026
-
Tumbangkan Inggris di Wembley, Jepang Kian Percaya Diri Menuju Piala Dunia 2026
-
Menahan Tangis, Gennaro Gattuso Minta Maaf Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
-
Bukti Timnas Indonesia Sudah Naik Level di Bawah Arahan John Herdman di Bongkar Calvin Verdonk
-
Keajaiban Swedia ke Piala Dunia 2026, Dari Tanpa Kemenangan hingga Lolos Dramatis
-
Di Tengah Kontroversi Piala Afrika, Pelatih Maroko Tegaskan Fokus ke Piala Dunia 2026
-
Jadwal Super League 2025/2026 Usai FIFA Series, Persija dan Persib Tanding di Waktu yang Sama
-
Penantian 40 Tahun, Irak Akhirnya Lolos ke Piala Dunia 2026