Bola / Bola Indonesia
Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:20 WIB
Tim muda Sumsel United sukses menorehkan sejarah dengan keluar sebagai juara perdana Elite Pro Academy (EPA) Championship U-19 musim 2025-2026. [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]
Baca 10 detik
  • Sumsel United U-19 resmi menjadi juara perdana Elite Pro Academy Championship setelah mengalahkan Persiku Kudus 3-2.
  • Pertandingan final tersebut berlangsung di Garudayaksa Football Academy, Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu, 16 Mei 2026.
  • PT Liga Indonesia Baru akan mengevaluasi format kompetisi bersama mitra teknis untuk meningkatkan kualitas pembinaan pemain muda.

Suara.com - Tim muda Sumsel United sukses menorehkan sejarah dengan keluar sebagai juara perdana Elite Pro Academy (EPA) Championship U-19 musim 2025-2026.

Prestasi itu diraih setelah mereka menundukkan Persiku Kudus U-19 dengan skor tipis 3-2 pada partai final yang berlangsung di Garudayaksa Football Academy, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2026).

Keberhasilan tersebut membuat Sumsel United tercatat sebagai klub pertama yang mengangkat trofi EPA Championship U-19, kompetisi kasta kedua kelompok usia yang dibentuk sebagai ruang pembinaan sekaligus pengembangan talenta muda sepak bola Indonesia.

Laga final berjalan sengit sejak menit awal. Kedua tim tampil agresif demi memburu gelar perdana, namun Sumsel United mampu tampil lebih efektif hingga memastikan kemenangan dramatis 3-2 atas Persiku Kudus.

Direktur Kompetisi PT Liga Indonesia Baru (I.League), Asep Saputra, mengaku bersyukur kompetisi edisi pertama ini dapat berjalan hingga tuntas.

Menurutnya, EPA Championship menjadi langkah awal penting dalam memperluas kompetisi usia muda di Indonesia.

"Ya, pertama kita bersyukur lah ya, alhamdulillah event perdana untuk yang Championship. Dan kita lihat juga, pertama sih apresiasi juga ya, karena 20 klub ikut berpartisipasi," kata Asep kepada awak media.

Asep menjelaskan, format kompetisi masih akan terus dievaluasi demi menciptakan sistem pembinaan yang lebih ideal bagi pemain muda.

"Meskipun memang kalau kita bicara visi kita kan menambah jumlah main untuk semua klub, dan sekarang di Championship sistem yang kita gunakan memang masih sentralisasi."

Baca Juga: Dugaan Rasisme Hantam EPA, Erick Thohir Desak Operator Liga dan Klub Bertindak Tegas

"Tapi walau bagaimanapun, ini kita tetap melihat ini sebagai sebuah step pertama kita untuk ke depannya continue di semua jenjang," tambahnya.

Lebih lanjut, I.League juga menggandeng tim teknis serta Technical Study Group untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Bahkan, mereka bekerja sama dengan Barcelona dalam menyusun pengembangan teknis kompetisi usia muda.

"Jadi ya kita bersyukur dulu saja kita selesai. Kita juga punya tim teknis, tim analis dari Technical Study Group, termasuk juga kita punya partner sama Barcelona, kaitan dengan seperti apa evaluasi teknis untuk perbaikan dan lain-lain. Mudah-mudahan kita dapatkan hasil yang baguslah untuk masa depan, terutama di pembinaan usia muda," ujar Asep.

Sementara itu, pelatih Sumsel United U-19, Ardi Hernando, menyambut positif hadirnya EPA Championship. Menurutnya, kompetisi tersebut memberikan kesempatan lebih luas bagi pemain muda untuk berkembang dan menambah pengalaman bertanding.

"Sangat bagus sekali ya. Jadi anak-anak usia under-19 ada wadah kompetisi selain di EPA Liga 1 (Super League). Jadi EPA Liga 2 (Championship) bisa menambah jam terbang buat anak-anak," ucap Ardi.

Ardi berharap kualitas penyelenggaraan kompetisi bisa semakin meningkat pada musim berikutnya agar pembinaan pemain muda semakin maksimal.

Load More