Bola / Bola Dunia
Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:30 WIB
Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Industri perhotelan di kota tuan rumah Piala Dunia 2026 Amerika Serikat mengalami tingkat pemesanan kamar yang mengecewakan.
  • Tingginya harga tiket pertandingan serta faktor situasi politik menjadi penyebab utama rendahnya minat wisatawan menginap di hotel.
  • Mayoritas pelaku bisnis perhotelan berharap terjadi peningkatan jumlah tamu secara signifikan saat turnamen sepak bola tersebut dimulai.

Suara.com - Gelaran Piala Dunia 2026 yang tinggal menghitung pekan belum mampu menghadirkan lonjakan besar bagi industri hotel di Amerika Serikat.

Padahal, kota-kota tuan rumah seperti Kansas City, Houston, Miami, hingga New York City sudah dipenuhi nuansa sepak bola lewat billboard, merchandise, hingga promosi bertema Piala Dunia.

Namun di balik gegap gempita tersebut, banyak pelaku industri perhotelan justru mengaku kecewa karena tingkat pemesanan kamar belum sesuai ekspektasi.

Deidre Mathis, pemilik Wanderstay Boutique Hotel, mengatakan para pemilik hotel sebelumnya berharap Piala Dunia menjadi fenomena besar yang mendatangkan ledakan wisatawan.

“Kami dijual ekspektasi bahwa Piala Dunia akan menjadi fenomena besar. Orang-orang membicarakannya selama bertahun-tahun,” ujar Mathis kepada BBC.

Hotel miliknya yang berjarak sekitar 1,6 kilometer dari zona fan festival Houston itu disebut baru terisi sekitar 45 persen selama periode turnamen.

Angka tersebut justru lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 70 persen.

Mathis menilai beberapa faktor menjadi penyebab lesunya pemesanan hotel.

Ia menyinggung situasi politik selama masa pemerintahan Presiden Donald Trump, termasuk operasi imigrasi yang dilakukan ICE di sejumlah kota besar Amerika Serikat.

Baca Juga: Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Bukan Prancis atau Argentina, Simulasi Matematika Prediksi Negara Ini Juara Piala Dunia 2026 [Istimewa]

Selain itu, harga tiket pertandingan yang dinilai terlalu mahal juga membuat banyak suporter berpikir ulang untuk datang langsung ke stadion.

Tiket final Piala Dunia di MetLife Stadium bahkan sempat dijual resmi hingga 32.970 dolar AS atau sekitar Rp530 juta. Di pasar resale, harga tiket disebut pernah menembus lebih dari 2 juta dolar AS.

“Saya pikir ini gabungan banyak faktor. Sangat disayangkan, dan saya berharap dalam empat minggu ke depan situasinya bisa berubah,” kata Mathis.

Keluhan serupa juga datang dari Asosiasi Hotel dan Penginapan Amerika atau AHLA.

Organisasi tersebut menyebut delapan dari 10 hotel di kota tuan rumah mengalami permintaan yang lebih rendah dari perkiraan.

Presiden AHLA, Rosanna Maietta, mengatakan sebagian penggemar kemungkinan masih menunggu kepastian jadwal dan lokasi pertandingan tim favorit mereka sebelum memesan hotel.

Load More